Mengenal Relative Strength Index (RSI) dalam Investasi Kripto

Trader mengamati perkembangan bursa kripto. Foto Beritasidrap.com

Jakarta, Beritasidrap.com – Dalam dunia investasi kripto yang dinamis, para pelaku pasar selalu mencari indikator yang dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik.

Salah satu alat analisis teknis yang patut diperhitungkan adalah Relative Strength Index (RSI).

RSI adalah indikator momentum yang dapat memberikan gambaran tentang kekuatan dan kelemahan aset kripto.

Relative Strength Index (RSI) adalah indikator momentum yang digunakan untuk mengukur kecepatan dan perubahan harga aset kripto.

Dikembangkan oleh J. Welles Wilder, RSI dapat memberikan sinyal apakah suatu aset dianggap overbought (terlalu mahal) atau oversold (terlalu murah) dalam suatu periode waktu tertentu.

Baca Juga:   Aplikasi Sidra Bank Error, Pengguna Dapat Login Melalui Situs Web

Indikator ini memberikan skor antara 0 dan 100, di mana nilai di atas 70 menunjukkan keadaan overbought, sedangkan nilai di bawah 30 menunjukkan keadaan oversold.

Bagaimana RSI Bekerja?

RSI mengukur kekuatan relatif dari kenaikan dan penurunan harga suatu aset selama periode waktu tertentu, umumnya 14 candlestick. Formula yang digunakan untuk menghitung RSI adalah:

RSI = 100 – (100 / (1 + Rata-rata perubahan harga)

Nilai Relative Strength Index akan berada dalam kisaran 0 sampai 100.

Mengapa RSI Penting dalam Berinvestasi Kripto?

1. Menentukan Keadaan Overbought dan Oversold
RSI membantu investor mengidentifikasi apakah suatu aset telah mencapai tingkat harga yang tidak berkelanjutan.

Jika RSI melampaui 70, itu dapat menjadi tanda bahwa aset mungkin terlalu mahal, sedangkan RSI di bawah 30 dapat menunjukkan potensi kesempatan beli karena aset mungkin oversold.

Baca Juga:   Demi UMKM Indonesia, TikTok Invest Rp23,25 Triliun untuk TikTok Shop

2. Memberikan Sinyal Reversal
RSI dapat memberikan sinyal potensial pembalikan tren. Ketika RSI mencapai tingkat overbought atau oversold dan kemudian berbalik arah, itu bisa menjadi tanda bahwa tren harga akan berubah.

3. Konfirmasi Divergensi
Divergensi antara arah pergerakan harga dan RSI dapat memberikan indikasi bahwa tren mungkin kehilangan momentum. Ini dapat membantu investor mengantisipasi perubahan arah pasar.

4. Basis untuk Strategi Cincin Investasi (Dollar-Cost Averaging)
Bagi mereka yang mencicil Bitcoin atau aset kripto lainnya, RSI dapat memberikan kerangka waktu yang baik untuk melakukan pembelian secara berkala.

Ketika RSI menunjukkan kondisi oversold, ini dapat dianggap sebagai momen yang baik untuk mencicil atau menambahkan investasi.

Baca Juga:   Pi Network Resmi Umumkan Jadwal Open Mainnet di 2024, Ini Syaratnya

5. Memahami Kondisi Pasar Secara Keseluruhan
RSI membantu investor memahami kondisi pasar secara keseluruhan. Apakah pasar sedang bullish, bearish, atau datar, dapat membantu dalam menyesuaikan strategi investasi. ***