Alat Berat Ditarik Usai Aki Dicuri, Warga Padang Terpaksa Angkat Batu dan Kayu Sendiri di Sungai

oleh

Beritasidrap.com – Upaya warga Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, dalam bertahan dari ancaman banjir kembali diuji.

Di tengah kondisi pascabanjir dan longsor yang belum sepenuhnya pulih, mereka kini harus menghadapi kenyataan pahit.

Bantuan alat berat yang sempat membantu penanganan Sungai Guo ditarik, diduga akibat aksi pencurian oleh oknum tak bertanggung jawab.

Kondisi ini terungkap melalui unggahan video akun TikTok @aulianolaaa yang viral pada Jumat, 26 Desember 2025.

Dalam rekaman tersebut, terlihat puluhan warga turun langsung ke aliran sungai, mengangkat batu besar dan gelondongan kayu secara manual untuk menahan luapan air yang kembali mengancam permukiman mereka.

Pemilik akun menuliskan kekecewaan mendalam atas situasi yang harus mereka hadapi.

Ia menyebutkan bahwa kampungnya kini tak lagi mendapatkan bantuan alat berat, meski pelaku pencurian bukan berasal dari warga setempat.

Akibatnya, masyarakat terpaksa bekerja dengan tenaga sendiri demi mencegah banjir susulan.

Luapan Sungai Guo yang kembali terjadi membuat aliran air membelah menjadi dua cabang.

Tebing sungai yang sebelumnya telah ditinggikan dengan bantuan alat berat kini kembali terkikis, meningkatkan risiko jebol dan merendam rumah-rumah warga.

Dalam video, tampak warga bahu-membahu mengangkat gelondongan kayu besar yang bahkan harus dipikul oleh empat orang, lalu disusun sebagai tanggul darurat.

Sebagian lainnya turun ke sungai untuk menata bebatuan agar aliran air dapat diarahkan dan ditekan.

Menurut keterangan yang dibagikan, penarikan alat berat terjadi setelah adanya dugaan pencurian aki alat berat yang beroperasi di lokasi.

Aki tersebut dilaporkan hilang pada 9 Desember 2025, padahal alat berat baru bekerja selama tiga hari.

Ironisnya, warga sebenarnya telah berupaya menjaga alat berat tersebut dengan ronda malam secara bergiliran.

Pada malam kejadian, warga ronda disebut berjaga hingga sekitar pukul setengah empat subuh.

Namun, saat mereka terlelap sejenak, pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksinya.

Jarak lokasi parkir alat berat yang agak jauh dari rumah warga juga disebut menjadi celah terjadinya pencurian.

Akibat insiden tersebut, permintaan warga agar alat berat kembali diturunkan ke lokasi ditolak.

Padahal, kondisi sungai yang kembali meluap membuat pekerjaan penanganan secara manual menjadi semakin berat dan berisiko.

Meski demikian, warga Lapau Munggu menegaskan tidak tinggal diam. Mereka mengaku telah berusaha mencari tahu keberadaan aki yang hilang dan tidak melepaskan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Harapan besar masih mereka gantungkan agar bantuan alat berat dapat kembali diturunkan ke kampung mereka.

Jika bantuan itu kembali datang, warga menyatakan siap melakukan penjagaan lebih ketat.

Mereka telah sepakat untuk meningkatkan ronda secara bergiliran dan menempatkan alat berat di lokasi yang lebih aman, bahkan di depan rumah warga, agar kejadian serupa tidak terulang. ***