Beritasidrap.com – Performa Persebaya Surabaya menjadi perhatian setelah posisinya merosot ke peringkat ketujuh klasemen sementara BRI Super League 2025/26.
Hasil kurang maksimal dalam lima pertandingan terakhir membuat tim hanya mampu meraih satu kemenangan.
Serangkaian hasil tersebut berdampak pada penurunan posisi di klasemen sekaligus menambah tekanan bagi tim.
Pelatih Bernardo Tavares menilai kondisi ini dipengaruhi oleh menurunnya tingkat persaingan di dalam skuad.
Banyaknya pemain yang mengalami cedera membuat intensitas latihan tidak berjalan optimal.
Situasi tersebut juga berpengaruh terhadap motivasi pemain saat menjalani pertandingan.
“Hal-hal ini hanya dapat kita tingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat,” ujar Bernardo Tavares.
Persebaya Surabaya Kehilangan Stabilitas Permainan
Menurut Tavares, persaingan internal menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa tim.
Ia menekankan setiap pemain harus merasa posisinya bisa tergeser jika tidak menunjukkan kemampuan terbaik.
“Sangat penting bagi para pemain yang berlatih untuk merasa bahwa jika saya tidak melakukan 200% dalam latihan dan dalam pertandingan, saya akan kehilangan tempat utama saya di tim utama,” katanya.
Kondisi saat ini membuat pelatih memiliki keterbatasan dalam melakukan rotasi pemain.
Absennya sejumlah pemain kunci menyebabkan pilihan strategi menjadi lebih sempit.
Dampak dari situasi tersebut terlihat pada permainan tim yang kehilangan keseimbangan.
Lini pertahanan menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat minimnya variasi pemain.
“Tetapi jika kita memiliki banyak pemain cedera dan kita tidak memiliki cukup pemain untuk mengikuti kompetisi ini, maka akan sulit,” kata Tavares. ***
