Roti Berre, Kue Khas Bugis Hanya Ada di Sidrap

oleh

TETEAJI – Roti berre atau roti werre berbentuk bundar. Salah satu sisinya melengkung tampak putih karena mengembang.

Sisi lain datar agak sedikit gelap karena bersentuhan langsung dengan wajan panas saat dibuat. Kue berre memang hanya ada di Kabupaten Sidrap, Sulsel. Kue tradisional ini masih disukai sebagian warga Sidrap.

Bahkan saking terjaganya, kue ini dijual online oleh pembuatnya. Bahan inti kue ini memang hanya dibuat dari tepung beras dan pisang. Membuatnya sedikit tradisional karena menggunakan wajan dan penutup dari tanah liat.

Pisang, tepung dan gula dibuat menjadi adonan. Lalu dinaikkan ke wajan panas sekira 1 sendok besar. Lalu ditutup menggunakan penutup tanah liat. Tutup tanah liat ini juga biasanya dipanaskan agar roti cepat matang dan merata.

“Ada penutup khusus dari tanah liat,”ungkap Ibu Nirma, salah seorang pedagang roti berre yang berdomisili di Teteaji, Sidrap. Roti berre biasanya menjadi sarapan pagi suku bugis sebelum turun ke sawah atau kebun.


Kini roti berre juga menjadi santapan saat bersantai. “Pokoknya paling enak dimakan saat cuaca dingin dan ditemani teh atau kopi,” ungkap Nirma saat dihubuhngi Beritasidrap.com Kamis 7 Februari 2018.

Roti berre memiliki rasa manis dan harum yang khas pula. Selain manis roti ini memang katanya sangat cocok dengan lidah orang bugis yang suka penganan dari pisang.

Bagi Ibu Nirma, roti berre menjadi salah satu kue paling laris yang dijual. Bahkan pelanggannya sudah banyak dari luar Sidrap seperti Soppeng hingga Makassar. “Kalau roti berre sudah dijual online dan pelanggan ada dikirim ke Makassar,”katanya.

Harga roti berre memang terbilang murah. Hanya dengan Rp5 ribu sudah dapat 8 roti. Bukan cuma itu, Ibu Nirma juga menyediakan palopo nama saus spesial untuk rotinya. “Kami jual dan antar klo di kota. Lima ribu dapat 8 roti plus saus paloponya,”tutup Nirma.

Loading...