Ganggawa Institute Nilai Advokat Sari Juwita Mustafa Mencemarkan Nama Baik Gubernur dan Bupati

oleh

SIDRAP – Salah seorang oknum advokat di Sidrap, Sari Juwita Mustafa meminta DPRD Sidrap memberlakukan hak angket terhadap Bupati Dollah Mando. Ia menuding Bupati melabrak aturan karena ingin mengganti salahsatu kades.

Advokat itu merujuk pada Gubernur Nurdin Abdullah yang dianggapnya dijerat hak angket lantaran menghabisi loyalis SYL di pemerintahan.

Permintaan oknum advokat itu, dinilai konyol oleh sejumlah kalangan di Bumi Nene Mallomo. Salahsatunya, sorotan dari Ganggawa Institute Sidrap.

BACA JUGA:  Tim Wasrik Current Audit Itdam XIV Hsn Kunjungi Makodim 1420 Sidrap

“Ini kok konyol yah. Hak angket di provinsi masih berproses. Jadi, menjustifikasi tindakan gubernur dan membandingkannya dengan Bupati adalah lucu. Jelas sekali bahwa advokat ini tidak paham pemerintahan,” beber Direktur Ganggawa Institute, Mansur Marsuki.

Mansur menjelaskan, Hak angket DPRD Sulsel belum merekomendasikan apa-apa untuk NA. Apalagi menyimpulkan bahwa NA mau habisi orang-orang SYL. “Lalu dia menyebutkan bahwa Dollah Mando juga melakukan hal yang sama? Ini justru pencemaran nama baik gubernur dan bupati,” tegasnya.

BACA JUGA:  Dewan Pengawas RS Nene Mallomo Sidrap Akan Dibentuk

Politisi muda Demokrat itu juga menilai, permintaan advokat Sari sebagai tindakan sporadis. Sebabnya, ia juga menghubung-hubungkan antara isu penggantian kades, dengan gosip murahan mengenai ketidakharmonisan pemerintahan.

BACA JUGA:  Kapolres Sidrap Pimpin Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019

“Dua hal yang tidak ada faktanya. Serta sama sekali tidak berhubungan. Kita seperti nonton infotainment, acara gosip,” kritiknya.

Terakhir ia berharap agar pemberitaan mengenai kinerja Dollah Mando-Mahmud Yusuf disampaikan secara berimbang dan sesuai fakta. “Harus ada buktinya. Minimal klarifikasi. Jangan asal menjustifikasi tanpa bukti yang jelas. Jika ini terus berulang, tentu ada konsekuensi hukum-nya,” tutup Mansur mengakhiri. (*)

oleh