Sejarah Masjid Bawah Tanah Sidrap, Dibangun Oesman Balo

oleh

PANGKAJENE – Pihak Kantor Kemenag Sidrap melakukan kunjungan ke lokasi masjid yang di sebut berada di bawah tanah, Dusun Cipo Desa Cipotakari Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Sejumlah fakta terungkap usai melakukan wawancara terhadap pemilik lahan di lokasi masjid.

Masjid tersebut ternyata dibangun sekitar tahun 1980-an. Tim Investigasi Inmas Kemenag Sidrap bersama Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang menyimpulkan masjid itu bukan peninggalan sejarah penyebaran Islam di Sidrap.

“Bila disebut sebagai peninggalan sejarah penyebaran Agama Islam di Sidrap, saya kira tidak karena masjid ini dibangun sudah bisa dikatakan jaman moderen tahun 1980 an,” kata Penyelenggara Syariah H Muhammad Tahir. Pada bagian dalam bangunan tidak terlihat sebagai masjid lazimnya.

“Kami melihat bahwa arsitekturnya berbentuk huruf S dan tampak di sisi lain sebuah tempat berbentuk menyerupai tempat tidur yang terbuat dari semen bercampur tanah,” ujar tim Kemenag. Sejumlah kaligrafi dan tulisan ALLAH juga tampak di dalam ruangan.

Walaupun ruang tersebut digunakan untuk sholat berjamaah, namun hanya dapat menampung 7 hingga 10 orang saja. Masjid ini menurut warga milik pejuang Sidrap, Usman Balo (Oesman Balo).