Darmono Sarankan Presiden Jokowi Hapus Pelajaran Agama di Sekolah

oleh

JAKARTA – Akhir-akhir ini beredar kabar tentang pernyataan Setyono Djuandi Darmono atau S.D. Darmono tentang dunia pendidikan Indonesia. Dia pun membuat jagat maya ramai kembali membahas wacana penghapusan pelajaran pendidikan agama di sekolah.

Beberapa judul berita online menulis tema terkait saran S.D. Darmono kepada Presiden Joko Widodo untuk menghapus pendidikan agama di kurikulum sekolah.

BACA JUGA:  Inilah Induk Segala Pengkhianatan

Tentu saran sensitif ini langsung ditanggapi panas warganet. Terutama para pendukung capres Prabowo Sandi. Beberapa netizen juga menyebut berita tersebut bohong.

Hasil penelusuran, berita terkait saran S.D. Darmono itu banyak dimuat media berita online nasional. Seperti pada laman resmi JPPN, Fajar Network.

Pada laman Fajar.co.id, S.D. Darmono mengatakan pendidikan agama tidak perlu diajarkan di sekolah. Agama cukup diajarkan orangtua masing-masing atau lewat guru agama di luar sekolah.

BACA JUGA:  Dibuka Presiden RI, Bupati Sidrap Hadiri Rakornas Pengadaan 2019

“Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. Di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,” kata Darmono usai bedah bukunya yang ke-6 berjudul Bringing Civilizations Together di Jakarta, Kamis (4/7/2019) dilansir Fajar.co.id.

BACA JUGA:  Kunjungan Kedua Presiden Jokowi ke Sidrap Belum Pasti

Sementara itu info ini pun banyak dibagi warganet disertai dengan tambahan konten keliru. Seakan-akan saran S.D. Darmono ke Jokowi sudah disetujui. Sehingga dapat dipastikan bahwa tambahan konten dari netizen tersebut hoax.

Sumber Data:

https://m.jpnn.com/news/darmono-pendidikan-agama-tidak-perlu-diajarkan-di-sekolah