Keunggulan Padi Ratun Teknologi R5, Sekali Tanam 5 Kali Panen

oleh

SURABAYA – Penemuan padi ratun teknologi R5 membawa harapan baru bagi petani. Keunggulan utama padi ratun ini jika ditanam sekali menghasilkan panen 5 kali.

“Penerapan teknologi R5 pada padi ratun bisa menjembatani peningkatkan kesejahteraan petani karena petani bisa panen hingga 5 kali,” kata Aswin, salah satu penemu padi ratun.

Selain panen 5 kali sekali panen, padi ratun juga mengurangi penggunaan pupuk anaorganik. Memangkas penggunaan pupuk urea dan NPK hingga 50%.

Sehingga mengurangi pengeluaran petani setelah musim tanam. Ternyata padi ratun menghasilkan panen berkualitas sama dengan biasanya.

Sekali panen, setiap hektar mengahsilkan rata-rata 6 sampai 7 ton gabah. Uji coba padi ratun teknologi R5 sudah dilakukan di Provinsi Jawa Timur.

Penemu padi ratun teknologi R5 lainnya, Koos Kuntjahjo mengatakan, penelitian telah berlangsung sejak 2011. “Penelitian terkait padi ratun teknologi R5 ini telah kami mulai sejak tahun 2011, dan di Jatim penemuan ini pertama kali kita ujicobakan,” tutur lulusan Fakultas Hukum Unair ini.

Sebagai informasi, pengertian ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang, tunas akan muncul pada buku paling atas, suplai hara tetap dari batang lama. Dalam periode tersebut petani bisa memanen dalam waktu sekitar setengah dari periode tanaman utama.