Kesuksesan Tari Kolosal, Awal Kebangkitan Kesenian Bumi Nene Mallomo

oleh

PANGKAJENE – Antusiasme pelajar di Sidrap memeriahkan Hari Jadi ke-675 tak terbendung. Ratusan pelajar yang mendapat kesempatan tampil di Tari Kolosal pada puncak HUT itu mengaku belum puas.

Para talenta muda itu merasa bangga dan ingin ikut di even sama. Hal itu dikatakan Owner Sanggar Pajoge, Miftahul Jannah Abbas, saat dihubungi, Selasa 19 Februari 2019. Menurutnya, para siswa ini menjiwai tari yang selama ini hanya lewat praktek di sekolah.

“Rata-rata jawabannya mereka ingin menari lagi di even besar. Bahkan ada yang bilang kenapa na sebentar sekali tampil kak, msh mau ka ku rasa,” ungkap Miftha menirukan siswa yang ikut menari di Tari Kolosal HUT Sidrap.

BACA JUGA:  Ratusan Penari Kolosal Meriahkan Puncak Hari Jadi Sidrap ke-675

Pada HUT Sidrap, panitia yang menggandeng Sanggar Pajoge memberikan suguhan tari kolosal. Tari yang diikuti ratusan pelajar ini bercerita tentang transformasi daerah Sidrap. Berkisah perjalanan Sidrap dari zaman dahulu ke era modern.

“Menceritakan tentang kehidupan zaman dahulu pada masyarakat Sidrap melalui adegan gerak yang menyerupai seorang menungging kuda. Simbol gerak naik kuda dikonotasikan sebagai seorang Pemangku Adat menggunakan tranportasi jaman dahulu pertanda perjalanan kehidupan masyarakat menuju ke era baru,” beber Miftha. Seiring dengan perkembangan zaman, katanya lagi, masyarakat Sidrap mulai tersentuh dengan nuansa modernisasi yang dilihat dari simbol-simbol kain yang digunakan para penari.

BACA JUGA:  Ratusan Penari Kolosal Meriahkan Puncak Hari Jadi Sidrap ke-675

“Kita lihat ada kain di penari itu sebagai sebuah layar terkembang yang kini tengah mengarungi lautan luas menuju ke pulau impian. Hal itu dikonotasikan sebagai keberanian, keceriaan, kebahagiaan masyarakat Sidrap menuju kehidupan yang jauh lebih maju,” tambahnya.

Miftha mengaku berbangga dipercaya pada event tari kolosal. “Kami bangga dan bersyukur. Adik-adik juga dapat mengekspresikan dirinya lewat gerak karena pada umumnya sangat hobby menari,” katanya lagi.

BACA JUGA:  Ratusan Penari Kolosal Meriahkan Puncak Hari Jadi Sidrap ke-675

Dia berharap kesenian tetap dijaga khususnya di Bumi Nene Mallomo agar tidak punah. Dia menilai kesenian akan menjadi ciri suatu daerah untuk dikanang. “Sebenarnya kesenian mi itu sehingga kita dingat oleh orang luar sebagai identitas kampung ta,” pintanya.

Miftah yang pernah mewakili Sidrap di even Nasional itu juga mengharapkan dukungan penuh pemerintah. “Itu harapan kami, pemerintah tetap mensuppor kami yang mayoritas pekerja seni. Sekurang-kurangnya selalu ada even seni pertunjukan agar supaya ada wadah menuangkan kreativitas kami,” harapnya.