Polres Sidrap Tutup Tambang Galian Ilegal di Kecamatan Pitu riase

oleh

SIDRAP-Polres Sidrap menutup lokasi penambangan galian pasir dan batu di Desa Botto Kecamatan Pitu riase Kabupaten Sidrap, Sabtu (9/2/2019).

Penutupan tambang tersebut dilakukan karena pihak pengelola diduga tidak mengindahkan surat pemberhentian sementara dari Bupati Sidrap dan surat dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Sulsel nomor 540/3067/ESDM tentang hasil peninjauan lapangan.

Yang mana isi surat tersebut menyebutkan bahwa ditemukan kondisi fisik sungai Bila telah mengalami degrasi yang cukup parah pada beberapa titik tambang.

Penutupan tambang tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polres Sidrap Kompol Alias Ardy dan terpantau aman kondusif.

“Untuk sementara tambang tersebut kami tutup menunggu hasil rapat bersama para pemilik tambang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidrap,” ujar Alias Ardy.

Tak hanya tambang milik H Yusuf atau H Ucu, penambang lainnya juga ditutup sementara.

Di tempat terpisah Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono mengatakan akan menindak tegas kepada para penambang ilegal tanpa dokumen yang sah.

“Saya sudah peringatkan untuk tidak melakukan aktifitas ilegal, bila tetap berkeras kami akan ambil langkah hukum,” tegas Kapolres Sidrap.

Sekedar diketahui, dalam isi surat tersebut menyebutkan bahwa ditemukan konsidi fisik sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap telah mengalami degrasi yang cukup parah dititik-titik penambangan yang dilakukan oleh beberapa pemegang IUP.OP.

Hasil peninjauan lapangan ESDM Provinsi Sulsel waktu itu menemukan pelanggaran pidana oleh beberapa pemegang IUP.OP yakni CV Egha, CV Bill Boy Abadi 775, Ud Ahmad, dan UD Shinta Pratama.

Keempat penambang tersebut melakukan penambangan diluar Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Mereka telah menyalahi ketentuan yang ditetapkan dalam UU Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, khususnya pada pasal 158.(*)