Tak Dihapus, BPJS Gratis di Sidrap Khusus Warga Miskin

oleh

PANGKAJENE – Pemerintah Kabupaten Sidrap terpaksa mengurangi jatah BPJS gratis mulai 1 Januari 2019. Hal itu dilakukan Pemkab lantaran anggaran yang terbatas.

“Perlu dijelaskan kepada seluruh masyarakat Sidrap, alasan mendasar pengurangan itu adalah ada keterbatasan anggaran dalam APBD Tahun 2019,”ujar Sekretaris Kabupaten Sidrap, Sudirman Bungi di Kantor Bupati Sidrap, Jumat (4/1/2019).

APBD Sidrap Tahun 2018, ungkap Sudirman, sebesar Rp1,6 triliun, sementara APBD Tahun 2019 hanya Rp1,2 triliun. Artinya, lanjut Dia, terjadi pengurangan sekitar Rp400 miliar.

BACA JUGA:  Soal Kafir di Komentar FB, Hj Suharti: Untuk Para Akun Palsu Penyebar Fitnah

“Ini kemudian berkonsekuensi terjadinya pengurangan dan efisiensi anggaran di semua sektor, baik sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan dan sektor-sektor lain termasuk BPJS,”ungkap Sudirman.

Karena keterbatasan tersebut, saat ini dari sekitar 320 ribu warga Sidrap, yang ter-cover BPJS gratis sebanyak sekitar 158 ribu jiwa. Dengan perincian, 86 ribu jiwa lebih dari anggaran pemerintah pusat dan 72 ribu jiwa lebih dari APBD Sidrap.

Adapun prinsip yang digunakan dalam menentukan siapa yang diakomodir di APBD adalah memprioritaskan masyarakat yang paling atau sangat miskin.

BACA JUGA:  Bupati Baru Sidrap Pacu Program Pertanian Modern

“Harapannya saudara-saudara Kita yang memiliki kemampuan yang lebih baik, mendapatkan BPJS dari jalur mandiri,”pesan mantan Kepala Bappeda Sidrap ini.

Sudirman menambahkan, jika nanti di lapangan ada warga yang tidak termasuk dalam 72 ribu lebih jiwa tersebut namun benar-benar layak mendapatkan bantuan, maka pemerintah daerah menyiapkan mekanisme untuk mengakomodir.

Mekanismenya yaitu namanya didaftar, diverifikasi oleh puskesmas atau rumah sakit kemudian oleh tim kabupaten untuk memastikan yang bersangkutan dalam kondisi miskin atau dapat dibantu.

BACA JUGA:  Pilkada Sidrap 2018: Pertarungan Istri Bupati Versus Wakil Bupati

“Jika benar, maka akan diusulkan oleh pemerintah daerah kepada BPJS untuk diaktifkan kartu BPJS-nya,”ujar Sudirman.

Mantan Kabag Ekonomi Sidrap tersebut mengungkapkan, seandainya kemampuan finansial APBD memadai, Bupati Sidrap, H Dollah Mando dan pemerintah kabupaten sebenarnya sangat berkeinginan untuk meng-cover BPJS semua warga masyarakat Sidrap.

“Tidak ada yang bisa ditawar-tawar untuk kesejahteraan masyarakat Sidrap. Itu penekanan Pak Bupati. Hanya saja perlu dipahami, dalam membangun kesejahteraan banyak aspek yang perlu diperhatikan dan dibangun bersama,”pungkasnya.