4.400 Pengungsi Palu Masuk ke Sidrap, Pemkab Fasilitasi Sekolah

oleh

PANGKAJENE – Pemerintah Kabupaten Sidrap meminta agar pihak sekolah tidak menolak para pelajar yang megungsi dari lokasi bencana gempa dan tsunami Palu dan Donggala, Sulteng. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidrap, Nurkanaah Senin 8 Oktober 2018.

Menurut Nurkanaah, sekolah SD maupun SMP harus menerima pelajar yang telah mengungsi di berbagai kecamatan di Sidrap. Demikian juga bagi SMA yang telah disampaikan Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo.

“Kami fasilitasi, semua sekolah harus menerima mereka (pengungsi) mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat,” katanya. Tak cuma itu, khusus murid SD dan SMP korban gempa asal Sulteng akan mendapat seragam sekolah gratis.

Sejak gempa palu, sedikitnya 4.400 pengungsi asal Sulteng masuk ke Sidrap, Sulsel. Sebagian dari mereka adalah warga Sidrap yang sudah lama menetap di Sulteng.

“Data sementara ada 4.400 pengusngsi tersebar di berbagai kecamatan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sidrap, Sudirman Bungi. Jumlah itu terdiri dari 700 orang di Kecamatan Maritengngae, 200 di Dua Pitue, 200 di Pitu Riawa, 200 di Watang Pulu, dan 100 pengungsi di Kulo. “Kecamatan lain masih dalam proses pendataan,” katanya.