Innalillah, Pejuang Sidrap Haji Massagoni Wafat di Usia 103 Tahun

oleh

PANGKAJENE – Salah seorang tokoh politik dan pejuang pembentukan Kabupaten Sidrap, Haji Massagoni, meninggal dunia Kamis 27 September 2018. Menurut info dari keluarga, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRD-GR) Sidrap era tahun 1960-an ini meninggal dunia pagi tadi sekira pukul 09:25.

Semasa hidup disebut salah seorang pejuang kemerdekaan. Hanya saja lebih konsentrasi pada perjuangan di dalam kota. Almarhum adalah mantan politisi Partai Serikat Islam Indonesia (PSII).

Massagoni lahir pada Januari 1915 dan menjadi saksi mata kekejaman penjajahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang. Massagoni kemudian ikut arena politik bersama Partai Serikat Islam Indonesia (PSII) pada 1935.

Partai politik (parpol) Islam pertama di Indonesia yang terbentuk pada 1905. Dia menjadi sejarah dan ikut andil dalam cikal bakal pembentukan Kabupaten Sidrap.

Saat itu almarhum Massagoni memimpin PSII pada masa Addaowang Sidenreng pada 1935. Massagoni bersama teman-temannya terlibat menyusun strategi dan menggerakkan perjuangan di dalam kota. Ibukota Kewedanaan (pusat pemerintahan di jaman Belanda) berada di Rappang, sekitar 10 kilometer dari Addaowang Sidenreng.

Dia sempat bercerita saat dirinya dan beberapa pejuang menghadang serdadu tentara Belanda dari Enrekang pada tahun 1950. Massagoni juga bersahabat dengan tokoh pejuang kharismatik Sidenreng Rappang, Oesman Balo. Oesman Balo menjadi tentara dan masuk hutan bergerilya, sedangkan Massagoni memilih tinggal di kota mengurus parpol.

Jenazah Massagoni menurut rencana akan dikebumikan di pekuburan umum Salomekko, Kelurahan Empagae, Kecamatan Watangsidenreng, Sidrap, Jumat 28 September 2018. “Insya Allah besok pagi di Empagae, mohon doa untuk almarhum,” kata cucu almarhum, AM Yusuf Ruby.