Terganggu dengan Abu Pabrik Batu, Ratusan Warga Sidrap Turun ke Jalan

oleh

PANGKAJENE – Ratusan warga Sidrap melakukan aksi unjuk rasa terkait pencemaran udara akibat pabrik batu, Kamis 20 September 2018. Mereka mendatangi Kantor DPRD meminta agar pabrik batu di Kampung Indokute, Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidap itu, berhenti beroperasi.

BACA JUGA:  Di Paripurna, Ketua DPRD Sidrap Umumkan Pengunduran Diri RMS

Pada aksi damai itu, warga menceritakan dampak lingkungan yang meresahkan warga. Abu pabrik batu yang diduga mencemari lingkangan dan sudah mengganggu aktivitas.

Tak cuma itu, beberapa orang juga mengaku telah berobat karena diduga kuat akibat abu tersebut. “Harus dihentikan sudah mengganggu ada yang sakit. Apalagi abu batu sudah masuk ke rumah bahkan ke makanan. Orang sudah tidak boleh membuka makanan di rumah,” kata salah seorang pengunjuk rasa.

BACA JUGA:  Paripurna DPRD Sepakati Tiga Ranperda

Saat mengadu ke anggota dewan, warga juga mengungkap bahwa pabrik yang masih beroperasi diduga milik oknum anggota Polri. “Ini yang aneh, satu pabrik sudah tutup, tapi satunya satunya milik anggota Polri yang harusnya melindungi masyarakat malahan kebalikannya meresahkan,” ungkapnya.