Profil dan Perjalanan Pesilat Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti

oleh

JAKARTA, Beritasidrap.com – Pasangan pesilat ganda putri, Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti, sukses mempersembahkan medali emas di ajang Asian Games 2018, nomor seni ganda putri. Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti sekaligus memperkokoh posisi Indonesia di urutan 4 dengan 26 emas hingga Rabu 29 Agustus 2018 pukul 12:00 WIB.

Tak banyak yang tahu sosok atau profil dari Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwi Yanti. Dalam dunia persilatan, nama Ni Made Dwi Yanti, 26, dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari, 27, tak asing lagi.

Keduanya ternyata adalah juara dunia silat. Mereka samlngat berprestasi di nomor seni ganda putri. Hampir setiap lomba yang diikuti berakhir medali emas.

Sebelum ke Asian Games XVIII di Jakarta-Palembang, mereka telah mendapat medali emas Test Event Asian Games, Februari lalu. Pasangan Ni Made Dwi Yanti/Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari adalah juara di Kejuaraan Dunia 2010 dan Kejuaaraan Dunia 2012.

Mreka sempat berpisah selama 2 tahun karena cabang pencak silat tidak dipertandingkan di SEA Games 2013. Pesilat kelahiran Kintamani, Bangli, 26 Maret 1991 ini menikah dengan I Made Dwi Surya Adnyana.

Pasca rujuk kembali setelah cerai selama 2 tahun, Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan mengawali debutnya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2015 di Singaraja, Buleleng. Mereka langsung sabet emas nomor ganda putri. Kemudian, mereka sukses meraih medali emas Pra PON 2016, berlanjut dengan torehan medali emas PON 2016 di Jawa Barat.

Hebatnya, dilansir dari situs Nusabali.com, kala itu Dwi Yanti bertarung dalam kondisi sedang hamil pertama dari pernikahannya dengan Putu Anom Wiraguna. Pasca PON 2016, giliran Dwi Yanti yang meninggalkan Sang Ayu Sidan karena hamil hingga melahirkan anak pertamanya, Gede Bagus Dharma Wedana.

Sang Ayu Sidan pun mengisi hari-harinya dengan tetap berlatih. Setelah Dwi Yanti bisa beraktivitas lagi, pasangan jawara dunia ini pun berlaga kembali. Sebagai juara PON 2016, Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan sebenarnya berhak mewakili Indonesia ke SEA Games 2017. Namun, karena Dwi baru melahirkan, semantara Sang Ayu Sidan mengandung anak kedua, posisi mereka kemudian diganti pesilat asal Jawa Barat.

Nah, saat seleksi pembentukan tim pencak silat Asian Games, November 2017 lalu, Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan dipanggil kembali. Mereka ditarungkan dengan pesilat andalan Jawa Barat yang tampil di SEA Games 2017. Hasilnya, Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan keluar sebagai pemenang. Sampai akhirnya Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan masuk tim inti dan berhasil merebut medali emas Test Event Asian Games 2018.

Dwi Yanti/Sang Ayu Sidan sangat bersyukur mendapat kepercayaan membela kontingen Indonesia di Asian Games 2018, ketika cabang pencak silat untuk kali pertama dipertandingkan dalam pesta olahraga multievent empat tahunan se-Asia tersebut. “Suatu kebanggan bagi kami mewakili Indonesia di Asian Games. Apalagi kami memperolehnya melalui seleksi,” ujar Dwi Yanti diamini Sang Ayu Sidan.

Menurut Dwi Yanti, medali emas Asian Games adalah impian terbesarnya saat ini. Impian besar lainnya, dia ingin dinaikkan statusnya menjadi pegawai negeri sipil (PNS). “Saya berharap bisa menjadi PNS. Saat ini status saya hanya sebagai tenaga kontrak,” tutur anak kedua dari lima bersaudara keluarga pasangan I Made Pageh Yasa dan Ni Made Sumarni ini, dinukil dari nusabalicom.