Anggota DPRD yang Diduga Bandar Sabu 105 kg Terancam Hukuman Mati

oleh

Anggota DPRD Langkat, Fraksi NasDem, Ibrahim Bin Hasan alias Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, yang diduga pengendali peredaran narkoba internasional terancam hukuman mati. Dia ditangkap tim gabungan BNN, TNI AL dan Bea Cukai di tiga lokasi di Langkat, Minggu (19/8) dan Senin (20/8).

Operasi penangkapan itu juga menyita 105 Kg sabu-sabu dan 30.000 butir pil ekstasi kelas 1. Pihak BNN menduga Ibtahim adalah bandar narkoba internasional.

BACA JUGA:  AKBP Ade Indrawan: Jangan Coba Main-main dengan Barang Haram

“Bahkan menurut keterangan, dari tersangka lain, dialah pemilik. Kalau dilihat dari kapasitasnya, ini bandar besar,” kata Irjen Pol Arman Depari, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Belawan, Selasa (21/8) lalu.

Sindikat internasional ini diketahui mengatur pengiriman dari Pulau Pinang, Malaysia. Mereka membawa narkotika itu dari negeri jiran itu menggunakan speedboat.

BACA JUGA:  Pasangan Suami Istri di Sidrap Ikut Diamankan Sat Narkoba

Pengirim bertemu penjemput dari Indonesia di titik koordinat tertentu. Di lokasi pertemuan, mereka memindahkan muatan narkoba.

“Dikenal dengan ship to ship. Nantinya kurir yang di Indonesia yang menyamar sebagai nelayan yang akan membawa ke darat,” kata Arman.

BACA JUGA:  Lagi, Polisi Tangkap Pelaku Narkoba di Sidrap

“Yang menjemput upahnya Rp 200 juta,” sambung Arman. Rencananya narkotika itu akan disimpan dalam sebuah gudang. Selanjutnya barang haram itu akan diedarkan ke wilayah-wilayah Indonesia.

Perbuatan Ibrahim Hasan mendatangkan narkoba dari luar negeri merupakan kejahatan serius. “Ini satu rangkaian, sindikat. Kena ancaman hukuman mati,” tutupnya. (Merdeka.com)