Pilkada Sidrap Aman Lancar, Akademisi Ini Ajak Warga Kembali Bersatu

oleh

MAKASSAR – Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2018 di kabupaten Sidrap telah usai dengan aman dan lancar. Pesta demokrasi 5 tahunan itu telah dimenangkan paslon Dollah Mando – Mahmud Yusuf (DOAMU) versi Real Count KPU.

Doamu mengungguli rivalnya, Fatmawati Rusdi – Abdul Majid (FATMA). Masyarakat diharapkan kembali bersatu untuk mengawal seluruh kebijakan yang akan diterapkan oleh calon terpilih nantinya.

Hal itu dikemukakan oleh salah seorang akademisi asal “Bumi Nene Mallomo” Dr Zulkarnain Basir. Menurut dia usai perhelatan pesta demokrasi 5 tahunan itu, masyarakat dari kedua tim yang berkompetisi harus fokus.

BACA JUGA:  Untuk Dana BPJS, Pemkab Gelontorkan Rp13,2 Miliar

“Hal yang lebih penting bagaimana kita semua bersama fokus mewujudkan visi misi calon yang terpilih karena itu tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat,” kata Zulkarnain di Makassar, Sabtu (30/06/2018).

Olehnya itu, lanjut Pak Zoel sapaan akrabnya, diperlukan bahu membahu mencurahkan seluruh energi dan pemikiran, tenaga serta jejaring untuk membantu Paslon terpilih. Demi kata Dia mewujudkan cita-cita leluhur menjadikan kabupaten Sidrap menjadi daerah yang santun.

BACA JUGA:  Viral Foto Keren Ibukota Sidrap di Malam Hari

Tak ada kata kalah dalam sebuah kontestasi pilkada karena bukan pertandingan. Tak ada piala yang diperebutkan melainkan amanah dari Rakyat, amanah dari tuhan yang harus diemban.

“Kemenangan itu milik semua masyarakat karena telah berhasil melalui sebuah proses panjang untuk mendapatkan pemimpinnya. Dan itulah kebanggaan yang harus dijunjung sebagai masyarakat yang berperan dalam kompetisi Pilkada di kedua kubu paslon,” tambahnya.

BACA JUGA:  Profil Dollah Mando, Bupati Sidrap 2018-2023

Terakhir Pak Zoel berpesan untuk semua masyarakat di Sidrap seperti ini. “Janganlah engkau meninju angin dan jangan pernah memanjat air hujan” maknanya adalah ketika seseorg telah di takdirkan oleh tuhan untuk mengemban amanah yang begitu besar maka janganlah engkau menolaknya apalagi menentangnya. “Malilu sipakainge’ rebba sipatokkong, mali siparappe, sirui menrek tesairui nok”. Resopa temmangingngi na letei pammase dewatae”.