Subahanallah, 30 Ribu Muslim Shalat Jumat di Masjid Al Aqsa

oleh

JALUR GAZA – Masjid Al Aqsa di Jerussalem jamaah Shalat Jumat pasca deklarasi Jerusalem sebagai ibukota Israel oleh Presiden AS, Donald Trump. Salah seorang relawan Palestina di Jalur Gaza, Abdillah Onim, mengunggah foto saat jamaah membludak di dalam dan luar masjid Al Aqsa.

Menurut Bang Onim, sapaan akrab, Abdillah Onim, kurang lebih 30 ribu jamaah menunaikan salat jumat siang tadi. “Subhanallah, Lebih dari 30.000 muslim Palestina banjiri kompleks Masjid Alaqsa,”tulis Bang Onimdi akun Facebook. Hingga hari kelima sejak deklarasi Trump, konfrontasi terus berlanjut di Tepi Barat dan Jalur yang memakan 4 korban jiwa dan 1.795 korban luka-luka, seperti dilaporkan Bulan Sabit Merah.

BACA JUGA:  Video: Aksi Layang Layang Berapi Palestina Bombardir Israel

Di Hebron, bentrokan pecah antara pemuda Palestina dan pasukan zionis (IDF) di kamp pengungsi Al-Aroub, utara Hebron dan persimpangan Beit Einoun di sebelah timur Hebron. Di pintu masuk utara kota Betlehem, bentrokan terjadi antara mahasiswa Universitas Betlehem dan pasukan Israel yang menyerang mereka dengan gas air mata dan peluru karet. Sejumlah mahasiswa dilaporkan luka-luka.

Di Ramallah, demonstrasi besar-besaran juga meletus di pusat kota Ramallah untuk mengecam keputusan presiden AS. Bulan Sabit Merah Palestina laporkan pada hari Selasa, bahwa krunya telah memberikan bantuan kepada 1795 warga yang terluka di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem, sejak deklarasi Trump Rabu lalu.

BACA JUGA:  Petugas Medis Cantik Ini Tewas Tertembak Polisi Israel

Sekira 30 ribu muslim Shalat Jumat di Masjid Al Aqsa Jumat 15 Desember 2017

121 korban dilaporkan ditembak dengan peluru panas, 346 ditembak dengan peluru karet dan 1239 lainnya akibat menghirup gas airmata. Selain itu, 43 warga luka-luka akibat pukulan, 37 lainnya akibat bom gas dan 9 lainnya akibat serangan roket di Jalur Gaza. Sejak Kamis lalu, sebagian besar kota Palestina menggelar demonstrasi yang berubah menjadi konfrontasi antara pemuda Palestina dan tentara Israel untuk menolak keputusan Presiden AS Donald Trump.

BACA JUGA:  Larang Umat Muslim, Tapi Militer Israel Biarkan Yahudi Beribadah di Masjid Al Aqsa Hari Ini

Deklarasi tersebut membangkitkan gelombang demonstrasi dan unjuk rasa di sejumlah negara Arab, Islam dan Barat. Selain itu Keputusan Trump juga mendapatkan respon negatif dari organisasi Yahudi ‘’Neturei Karta’’ yang menyatakan bahwa zionis bukan bagian dari Yahudi.

Berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) nomor 478 pada tanggal 20 Agustus 1980 , deklarasi Israel bahwa Al-Quds ibukota Yahudi adalah ilegal. Resolusi tersebut disahkan dengan persetujuan 14 negara DK PBB. Tahun 2016 lalu UNESCO juga menetapkan bahwa Yerusalem adalah hak warga Palestina dan Israel tidak memiliki hubungan sejarah dengan kota suci tersebut. (T.RS/S:AnadoluAgency/Suara Palestina)