Musyawarah Tudang Sipulung Kecamatan Berakhir di Panca Rijang

oleh

SIDRAP – Musyawarah Tudang Sipulung (MTS) tingkat kecamatan Kabupaten Sidrap, rampung Senin (25/1/2021). Panca Rijang menjadi kecamatan terakhir atau kesebelas yang melaksanakannya.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Panca Rijang diikuti tim teknis dan tim perumus kabupaten, kelompok tani, tokoh masyarakat serta para kepala desa dan lurah setempat.

Kapolsek Panca Rijang Iptu Ahmad Rosma, bersama Danramil 1420-06/Panca Rijang, Kapten Ctp Ir. Yohanis Rony Kadang, turut menghadiri acara. Tampak pula, Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian, Suriyanto, Kabid Peternakan, Amiruddin, perwakilan PSDA, Andi Sandra Sani, dan fungsional Disnakkan, Dr. Muhammad Rijal.

BACA JUGA:  Peringatan HKN di Sidrap, Mulyani Dollah Didaulat Jadi Juri Lomba Masakan Sehat

Camat Panca Rijang, Rimba Najamuddin mewakili Bupati Sidrap membuka acara tersebut mengatakan, musyawarah tudang sipulung merupakan kearifan lokal yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Kita patut bersyukur, tidak semua daerah memiliki kearifan lokal ini. Melalui tudang sipulung, kebersamaan dan perencanaan dilaksanakan. Karena tanpa perencanaan, hasilnya tidak akan maksimal sesuai harapan bersama,” papar Rimba.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Resmikan 5 Proyek Senilai Rp8 Miliar di Puncak HUT Sidrap ke-676

Rimba menambahkan, rumusan MTS tingkat kecamatan akan dilanjutkan pada musyawarah tudang sipulung tingkat kabupaten,.

“Diharapkan dapat memberikan hasil rumusan yang bermanfaat dan berguna dalam peningkatan produksi guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani sebagai tujuan dan cita-cita bersama,” paparnya.

BACA JUGA:  Hari Ketiga Jabat Kadis Sosial Sidrap, Soalihin Turun Pantau Penyaluran BLT

Musyawarah Tudang Sipulung tingkat kecamatan di Kabupaten Sidrap berlangsung sejak pekan lalu. Berturut-turut, Pitu Riase dan Dua Pitue, (Senin, 18 Januari), Pitu Riawa dan Watang Sidenreng, (Selasa, 19 Januari), Panca Lautang dan Tellu Limpoe (Rabu, 20 Januari), Baranti dan Kulo (Kamis, 21 Januari) serta Maritengngae dan Watang Pulu (Jumat, 22 Februari).