Perusda Sulteng Apresiasi Langkah Perusda Sidrap kerjasama Logistik

oleh

PALU – Pemerintah melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Sidrap bakal menyuplai ribuan ton logistik ke Sulawesi Tengah (Sulteng)

Hal itu ditandai dengan nota kesepahaman (MoU) antara Perusda Sidrap dan Perusda Sulteng dalam hal ini PT. Pembangunan Sulteng.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perusda Kabupaten Sidrap, Zulkarnaen Basir saat dihubungi, Selasa (20/10/2020)

Zul mengungkapkan, jenis logistik yang bakal disuplai diantaranya ayam, telur, dan beras.

“Ayam yang bakal disuplai ke Sulteng ditargetkan sebanyak 4 ton per hari. Kalau beras kami target 3 ribu ton per tahun atau sekitar 150 atau 200 ton perbulan. Sementara untuk telur kami akan suplai sekitar 20 ribu rak per bulan,” katanya.

Selain logistik, kata Zul, pihaknya juga menawarkan benih padi untuk disuplai ke Sulteng

“Benih padi yang kita mau suplai sekitar 1000 atau 1500 ton per musim tanam. Itu sekira empat bulan dalam setahun,” jelasnya.

Hanya saja, kata dia, ia masih membicarakan soal teknis pengirimannya. Termasuk sistem pembayarannya.

“Item-itemnya masih kita bicarakan. Kita kirim tergantung permintaan perusahaan. Tetapi kami sudah ada target. Kalau jumlah yang dikirim disesuaikan dengan permintaan perusahaan di Sulteng,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perusda Sulteng, Suaib Djafar mengapresiasi langkah Pemkab Sidrap menjajaki kerjasama.

Suaib mengatakan, MoU tersebut sangat berarti. Lantaran ratusan karyawan di Morowali Sulteng membutuhkan logistik.

“Ada dua perusahaan besar di Morowali. Karyawannya memerlukan logistik seperti itu. Termasuk ada beberapa di Kota Palu. Kami juga sasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Apalagi masyarakat di Palu masih sementara pemulihan pasca bencana. Logistik masih kita butuhkan,” kata Suaib.

Terkait keinginan Perusda Sidrap menyuplai benih padi, ia mengaku bakal membuka aksesnya.

Suaib bilang, ia bisa menyiapkan lahan pertanian di Kabupaten Parigi dan Kota Luwuk Banggai untuk dijadikan penangkaran.

“Kebetulan lahan pertanian kita luas di Parigi dan Luwuk. Tetapi kami masih sementara bicarakan teknisnya. Apakah benih padi diolah di Sidrap atau di sini (Parigi dan Luwuk),” tandasnya.

Dari informasi yang dihimpun, Penyuplaian logistik itu baru akan dimulai pada Januari 2021(*)