Makassar PSBB 24 April 2020, Perusahaan Harus Lakukan Ini

oleh

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar telah menyusun jadwal pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai Jumat 24 April 2020 demi mencegah penularan virus Corona atau COVID-19. Pejabat Walikota Makassar Iqbal Samad Suhaeb tak lupa menekankan perhatian khusus pada warga yang kurang mampu.

Sebelum memberlakulan PSBB, mulai 17 April hingga 20 April 2020 digelar sosialisasi. Kemudian tiga hari berikutnya tanggal 21 April hingga 23 April 2020 sebagai masa uji coba PSBB.

“Sejak hari ini masuk masa sosialisasi. Lalu tanggal 21 sampai 23 sebagai masa uji coba,” ungkapnya saat dihubungi Beritasidrap.com, Jumat 17 April 2020. Menurut Iqbal, pemberlakuan PSBB ini selama 14 hari , mulai 24 April hingga 5 Mei 2020.

“Jika terdapat peningkatan kasus selama PSBB maka akan dilakukan penambahan 14 hari lagi,” ungkapnya. PSBB di Kota Makassar berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/ KEMENKES257/ 2020 tanggal 16 April 2020 tentang penetapan PSBB di Wil. Kota Makassar.

Terdapat beberapa hal yang harus dilakukan oleh kantor atau perusahaan selama PSBB. Seperti menutup kantor atau menerapkan aturan work from home (WFH).

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kantor/ Perusahaan

  1. Perusahaan menutup kantor atau
    menerapkan aturan work from home (WFH).
  2.  Jika tetap beroperasi, perusahaan wajibmenerapkan aturan pembatasan fisik (physical distancing) secara ketat (meniadakan rapat, pelonggaran jam kerja, duduk dengan jarak 1 meter antar pegawai), penggunaan masker, penggunaan sarung tangan dan deteksi suhu tubuh rutin.
  3. Karyawan dengan penyakit penyerta (komorbid) tidak dianjurkan ke kantor. Daftarnya sebagai berikut:
    -Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau
    -Asma Kronis yang berat.
    -Penyakit Jantung Kronik.
    -Penderita supresi imun termasuk HIV-AIDS, terapi Kanker dan pengguna kortikosteroid
    atau imunosupresan jangka panjang.
    -Penderita Auto-imun.
    -Penderita Diabetes Melitus.
    -Penderita Gagal Ginjal Kronik.
    -Penderita Penyakit Liver/Hati.
    -Penderita Hipertensi.
  4. Karyawan Lansia (>60th) tidak
    dianjurkan ke kantor.
  5. Sektor yang masih boleh beroperasi
    selama masa PSBB sebagai berikut:
    – Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah
    – Kantor perwakilan diplomatik
    – BUMN dan BUMD
    Pelaku usaha di sektor:
    a. kesehatan;
    b. bahan pangan/makanan/minuman;
    c. energi;
    d. komunikasi dan teknologi informasi;
    e. keuangan;
    f. logistik;
    g. perhotelan;
    h. konstruksi;
    i. industri strategis;
    j. pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan/atau
    k. kebutuhan sehari-hari.
    – Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan.
    – Apabila diharuskan ke kantor karena sesuatu yang mendesak, maka perlu dibuatkan Surat Tugas/Perintah dari atasannya.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sekolah/ kursus

  1. Sekolah dan institusi pendidikan tutup sementara.
  2. Kegiatan belajar mengajar melalui metode belajar jarak jauh di rumah.
  3. Evaluasi belajar atau ujian dilakukan dari rumah.
  4. Kelas musik, tari, olahraga, dan aktivitas lainnya dihentikan sementara.
  5. Yang masih boleh buka selama PSBB adalah lembaga pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan.

Sumber: Dinas Kominfo Makassar