Ini 12 Keutamaan dan Kemuliaan Aisyah Istri Rasulullah

oleh

MAKASSAR – Perbincangan trending saat ini selain virus Corona atau COVID-19 di Indonesia adalah sosok Aisyah rhadiyallahu anha (ra). Istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Bahkan lagu bertema sosok Aisyah ra, kini trending di Youtube. Lagu Aisyah beruntun merajai papan atas kategori musik Indonesia.

Masyarakat berlomba mencover sebuah lagu berjudul Aisyah. Penyanyi religi fenomenal Nissa Sabyan, tak luput untuk ambil bagian.

Berikut ini beberapa di antara keutamaan Aisyah -rhadiyallahu anha- yang perlu kita ketahui. Dilansir dari situs wahdah.or.id, sedikitnya ada 12 keutamaan istri Nabi Muhammad tersebut.

1. Wanita yang paling dicintai oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-.

Di dalam hadis disebutkan, suatu ketika sahabat Amr bin Ash rhadiyallahu anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

(“أي الناس إحب إليك؟” قال: “عائشة”) متفق عليه.

“(Wahai Rasulullah) Siapa manusia yang paling engkau cintai?” Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjawab: “Aisyah”. HR.Bukhari dan Muslim.

2. Perawi hadis terbanyak dari golongan wanita.

Disebutkan oleh para ulama kita bahwa Aisyah rhadiyallahu anha adalah sahabat urutan pertama dari kalangan wanita yang paling banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yaitu dengan jumlah hadis yang berkisar 2210 hadis. Beliau rhadiyallahu anha datang di urutan ke empat setelah Abu Hurairah (5374), Abdullah bin Umar (2630) dan Anas bin Malik (2286) rhadiyallahu anhum jamian.

3. Istri Nabi shallallahu alaihi wasallam di dunia dan akhirat.

Disebutkan dalam hadis, bahwa suatu ketika malaikat Jibril alaihissalam datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam bentuk rupa Aisyah rhadiyallahu anha. Lalu kemudian beliau alaihissalam (Jibril) mengatakan kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

(هذه زوجتك في الدنيا والآخرة) رواه الترمذي

“Ini (Aisyah) adalah istrimu di dunia dan di akhirat” HR.Tirmidzi.

4. Malaikat Jibril menyampaikan salam kepadanya.

Di dalam hadis, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

(يا عائش هذا جبريل يقرئك السلام) رواه البخاري

“Wahai Aisyah, ini adalah Jibril (datang) menyampaikan salam kepadamu” HR.Bukhari.

5. Perintah Nabi untuk mencintainya.

Di dalam hadis disebutkan bahwa suatu ketika Nabi shallahu alaihi wasallam berkata kepada putrinya Fatimah rhadiayallahu anha:

(ألستِ تحبِّين ما أحبُّ؟!) قالت: بلى، قال: (فأحِبي هذه) يعني عائشةَ. رواه مسلم

“Bukankah engkau mencintai apa yang aku cintai?!” Beliau (Fatimah) berkata: “Tentu saja”, maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Maka cintailah ini” yakni Aisyah rhadiyallahu anha. HR.Muslim.

6. Allah membebaskannya dari tuduhan keji kaum munafikin dengan ayat yang turun yang dibaca hingga akhir zaman.

Dalam peristiwa yang disebut “Hadisul Ifki (Berita Dusta)” yang dimana kaum munafikin mengehembuskan fitnah keji (Tuduhan berzina) kepada Aisyah rhadiyallahu anha, Allah subhanahu wata’ala menurunkan langsung dari atas langitNya yang paling tinggi pembelaanNya kepada beliau rhadiyallahu anha dengan ayat yang dibaca dalam Al-Qur’an hingga akhir zaman, yaitu ayat ke 11 sampai dengan ayat ke 20 dari surat An-Nur.

7. Wanita yang membawa berkah bagi ummat.

Disebutkan oleh para ulama tafsir kita bahwa sebab turunnya ayat tayammum (keringanan menggunakan debu dalam bersuci) adalah disebabkan oleh peristiwa hilangnya kalung Aisyah rhadiyallahu anha.

Usaid bin Hudair rhadiyallahu anhu mengatakan kepada Aisyah tentang peristiwa ini:

(فوالله ما نزَل بكِ أمر قط إلا جعل الله لك منه مخرجًا، وجعل لنا منه بركة).

“Demi Allah, tidaklah terjadi sesuatu kejadian apapun kepadamu kecuali Allah menjadikan bagimu jalan keluar dan menjadikan bagi kami keberkahan”.

8. Istri Nabi paling cantik yang bergelar “Humairo (Pipi kemerahan)”.

Di dalam hadis, suatu ketika terdapat beberapa orang dari Habasyah sedang bermain-main pedang di depan rumah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Beliau shallallahu alaihi wasallam mengatakan:

(يا حميراء، أتحبين أن تنظري إليهم؟) رواه النسائي.

“Wahai Humairo (Pipi kemerahan), apakah engkau suka melihatnya?” HR.An-Nasa’i.

9. Wanita yang memiliki rasa malu yang tinggi.

Aisyah rhadiyallahu anha mengatakan tentang kafilah-kafilah yang senantiasa berlalu lalang disekitarnya ketika musim haji:

(فَإِذَا حَاذَوْا بِنَا سَدَلَتْ إِحْدَانَا جِلْبَابَهَا مِنْ رَأْسِهَا عَلَى وَجْهِهَا ، فَإِذَا جَاوَزُونَا كَشَفْنَاهُ)

“Maka apabila mereka (Kafilah-kafilah) sedang lewat di depan kami, maka setiap dari kami menjulurkan jilbabnya dari atas kepalanya ke bawah wajahnya, dan apabila mereka telah lewat, maka kami membukanya kembali”.

(Sebagaimana diketahui bahwa wanita ketika berihram dilarang memakai niqob, namun karena tingginya rasa malu Aisyah beserta para sahabat wanita lainnya, maka mereka senantiasa berusaha untuk menutup wajah mereka dari pandangan laki-laki meskipun dalam keadaan dilarang menggunakan niqob).

10. Istri Nabi shallallahu alaihi wasallam di syurga kelak.

Di dalam hadis, Rasulullullah shallallahu alaihi wasallam bertanya dengan pertanyaan cinta kepada Aisyah rhadiyallahu anha:

(أمَا ترضين أن تكوني زوجتي في الجنة؟!). رواه ابن حبان والحاكم.

“Apakah engkau tidak rida bila engkau menjadi istriku kelak di syurga?” HR.Ibnu Hibban dan Hakim.

11. Persaksian Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang kebaikannya.

Di dalam hadis, Nabi shallallahu alaihi wasallam mengatakan tentang Aisyah ketika peristiwa “Hadisul ifki” terjadi:

(يا معشر المسلمين، مَن يَعذِرُني من رجلٍ قد بلغَني أذاه في أهل بيتي؟ فوالله، ما علمتُ على أهلي إلا خيرًا).

“Wahai segenap kaum muslimin!! Siapakah yang bisa memberikan uzur bagiku tentang orang-orang yang telah menyakitiku tentang keluargaku (Aisyah)?? Demi Allah, saya tidak mengetahui dari keluargaku (Aisyah) kecuali kebaikan!!” HR.Bukhari dan Muslim.

12. Wafatnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam pelukannya.

Di dalam hadis, Aisyah rhadiyallahu anha mengatakan:

(إنَّ مِن نعم الله عليَّ أنَّ رسول الله توفِّي في بيتي، وفي يومي، وبين سَحري ونَحري) رواه البخاري

“Sesungguhnya di antara nikmat Allah kepadaku adalah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam meninggal di rumahku, dihari giliranku dan di antara leher dan dadaku” HR.Bukhari.

Inilah di antara beberapa keutamaan Aisyah rhadiyallahu anha istri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan ibu kita semua yang perlu kita ketahui dan yang menunjukkan betapa begitu mulia dan istimewanya derajat beliau rhadiyallahu anha di sisi Allah dan di sisi RasululNya -shallallahu alaihi wasallam-.

Semoga bermanfaat bagi kita semua,
Wassalam.

Oleh: Muhammad Harsya Bachtiar, Lc. MA.