DKI Jakarta Terapkan PSBB pada Jumat, Berkerumun akan Ditindak Tegas

oleh

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi mengumumkan penerapan status DKI Jakarta dengan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi penyebaran virus corona, Selasa (7/4) malam. Semua warga dilarang beraktivitas di luar rumah, termasuk perusahaan swasta.

Meski demikian, Anies melakukan PSBB dengan pengecualian bagi 8 sektor untuk swasta dan organisasi atau lembaga untuk kegiatan penanggulangan COVID-19. “Harus tetap mengikuti dengan protap. Seperti harus jaga jarak, pakai masker dan menyediakan cuci tangan bagi 8 sektor pengecualian tadi,” kata Anies.

Delapan sektor tersebut adalah Kesehatan. “Bukan saja rumah sakit dan klinik. Tapi industri kesehatan yang memproduksi alat kesehatan juga masuk,” paparnya.

Selanjutnya sektor Pangan, Energi, Komunikasi. Kemudian Keuangan dan Perbankan serta Kegiatan Logistik.

Ketujuh adalah sektor Kebutuhan Keseharian seperti ritel, warung dan toko kelontong. Terakhir sektor Industri.

Anies mengatakan pelayanan pemerintah atau publik tetap berjalan. Anies menekankan kepada masyarakat bahwa tidak diizinkan kerumunan di atas 5 orang dalam ruangan atau luar ruangan di Jakarta. Jika kedapatan akan mendapat tindakan tegas aparat TNI-Polri.

Pengumuman tersebut disampaikan Anies menyusul persetujuan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait PSBB di Jakarta.

“DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat, tanggal 10 April 2020, ” ujar Anies Baswedan dalam jumpa pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa malam.