Corona Mewabah, RS Sayang Bunda Makassar jadi RS Khusus COVID-19

oleh

MAKASSAR – RS Sayang Bunda yang berlokasi di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar dikabarkan menjadi RS khusus penanggulangan COVID-19. RS ini akan dijadikan pusat karantina dan Isolasi Covid-19 di Makassar.

Hal itu berdasar info resmi dari Para Relawan Indonesia (PRI) Sulsel. “Alhamdulillah. setelah mengadakan audiens dan mediasi akhirnya ada Owner Rumah Sakit yang merelakan Rumah Sakitnya digunakan sebagai pusat Karantina dan Isolasi Covid-19 di Makassar,” tulis salah satu petinggi Para Relawan Indonesia (PRI) di akun sosial media, Facebook, Minggu 22 Maret 2020.

BACA JUGA:  Akibat Virus Corona, Kota Wuhan China Mirip Zombieland

RS ini memberi solusi sehingga Pasien umum tidak lagi disatukan dengan pasien yang terindikasi Corona baik ODP maupun PDP. Seluruh Pasien yang ada saat ini akan dipulangkan bertahap dan tidak lagi menerima tamu pasien umum.

“Insya Allah,..Besok akan dibersihkan dan di kondisikan oleh Tim Relawan agar siap menjadi pusat Karantina dan Isolasi Pasien ke depannya,” tambah akun Muh Luqman Munir. Pengelolaan RS semasa karantina dan Isolasi akan dikordinasi oleh Ketua PRI doker Hisbullah Amin dan pihak internal RSU Sayang Bunda.

BACA JUGA:  Hasil Top 12 Grup 3: Eva NTB Tersenggol, Top 9 LIDA Dihentikan

Pihak PRI juga mengajak warga untuk ikut berpartisipasi lewat donasi atau relawan. Selain itu, berharap masyarakat Makassar untuk ikut himbauan pemerintah untuk tetap di rumah hingga wabah COVID-19 ditanggulangi.

Sementara untuk pengadaan alat-alat medis, PRI akan berkoordinasi dengan Tim Reaksi Cepat Penanganan Covid-19 yang dibentuk pemerintah pusat dan Sulsel

“Kalau di sini kita kordinasi Tim Gugus Tanggap Covid-19 yang telah dibentuk pemerintah provinsi Sulsel,” kata Hisbullah, yang juga dokter spesialis anestesi Rumah Sakit (RS) Wahidin Makassar dan RS Pelamonia Makassar itu.

BACA JUGA:  Update Info Corona 26 Maret 2020, 27 Positif di Sulsel, Total 893 di Indonesia

Pemerhati Kesehatan Makassar, dr Nurhayati Bahrin, mengapresiasi aksi tanggap PRI. Apalagi melihat kondisi wabah yang telah masuk di Makassar.

“Saya berharap para relawan terutama dokter, perawat benar-benar diberi APD sesuai standar. Apalagi saat ini sudah ada pasukan garda depan itu gugur, saat bekerja,” singkatnya saat dihubungi.