3 Inovasi Asal Sidrap Masuk Top 30 Pelayanan Publik Tingkat Sulsel

oleh

Tiga inovasi asal Kabupaten Sidrap masuk dalam Top 30 Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020. Hasil itu membawa ketiganya berhak lolos ke tingkat nasional.

Tiga inovasi tersebut yakni Jurus Sang Pendekar (Jaga ibu Hamil Bersama Bidan Desa, Suami dan Ibu Mertua dalam Penanganan Anemia/Kurang Zat Besi). Lokusnya di Poskesdes Desa Mojong Kecamatan Watang Sidenreng, dengan inovator Nurhidayah.

Selanjutnya, Kak Toga (Kawasan Agrobisnis Khusus Tanaman Obat Keluarga) yang dikembangkan inovator Iwan Arifin Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa.

Ketiga, Hati Bersahaja (Curhat Bareng Dokter Sahabat Remaja), dengan inovator, dr Rosmin di UPT Puskesmas Pangkajene Sidrap.

Kabag Organisasi Setda Sidrap, Erni saat dikonfirmasi menyatakan, informasi kelolosan tiga inovasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sulsel Nomor 681/III/Tahun 2020.

“Selanjutnya tiga inovasi ini akan mengikuti coaching dan pameran inovasi oleh Biro Organisasi Provinsi untuk ikut kompetisi tingkat nasional,” jelasnya, Rabu (18/3/2020).

Inovator “Hati Bersahaja”, dr. Hj. Rosmin melalui aplikasi pesan singkat menyampaikan terima kasih kepada Pemda Sidrap, tim inovasi kabupaten dan lintas sektor yang mendukung inovasinya.

“Insya Allah tetap berjalan terus kerjasama lintas sektor dan melengkapi kekurangan. Semoga kita bisa masuk Top 99 nasional dan program ini bisa menjadi program nasional,” ujarnya.

Terpisah, Iwan Arifin, inovator “Kak Toga” menyatakan siap berkompetisi lagi ke tingkat nasional.

“Semoga melalui inovasi ini, Kabupaten Sidenreng Rappang ke depan menjadi kawasan agrobisnis khusus toga, sehingga masyarakat Sidrap sehat sejahtera sesuai visi Bapak Bupati, bukan hanya di Kelurahan Lancirang tapi seluruh Sidrap menjadi kawasan agrobisnis khusus toga dan menjadi kabupaten percontohan di Sulsel,” paparnya.

Sementara inovator “Jurus Sang Pendekar”, Nurhidayah berharap lewat inovasinya anemia ibu hamil di Kabupaten Sidrap teratasi, mengurangi angka kejadian perdarahan, BBLR dan bahkan menekan angka kematian ibu dan anak menjadi zero.

“Semoga inovasi ini dapat diterapkan di desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang, dan terkhusus kecamatan Watang Sidenreng,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum masuk Top 30 Sulsel, inovasi asal Sidrap bersaing dengan 120 inovasi dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Ketiga inovasi Sidrap telah dikunjungi Tim Verifikasi Lapangan Kompetisi Inovasi Layanan Publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (25/11/2019).