Ikan Tokke di Danau Sidenreng jadi Topik Seminar Nasional Pertanian Terpadu UM Purworejo

oleh

JOGJAKARTA – Ikan Tokke atau Ikan Sapu-sapu diduga menjadi salah satu penyebab punahnya ikan lokal di Danau Sidenreng, Sidrap.

Bagaikan monster, Ikan Tokke, yang biasanya didapat di aquarium berkembang biak di Danau Sidenreng.

Hal itu dikatakan Muchlis, Mahasiswa Pasca sarjana Universitas Muhammadiyah (UM) Parepare asal Sidrap. Menurutnya, Ikan Sapu-sapu dapat masuk ke danau dengan sengaja atau tidak.

“Introduksi ikan asing invasif untuk kepentingan hobby dan ikan hias, sebenarnya tidak menimbulkan masalah apabila dilakukan pada lingkungan tertutup. Akan tetapi kenyataan di lapangan terjadi sebaliknya. Ikan hias karnivora lepas ke perairan umum, baik secara tidak sengaja, maupun secara sengaja,” kata Mukhlis, Jumat 13 Maret 2020. Menurutnya, lepasnya ikan Tokke ke sungai hingga ke danau menjadi contoh nyata.

“Ikan ini cukup kuat terhadap perubahan lingkungan, pemakan telur dan larva ikan serta berkembang biak dengan cepat,” tambah Mukhlis. Dia pun berharap Ikan jenis asing invasif diberi pengawasan dan pengendalian secara terpadu.

Sehingga kata Dia, penyebaran dan dampak yang ditimbulkan dapat ditekan se rendah-rendahnya. Khususnya Ikan asing yang bersifat karnivora dan cepat berkembang biak.

Topik Ikan Tokke ini ikut diseminarkan pada Sabtu 14 Maret 2020 dengan makalah berjudul “Introduksi Ikan Invasif di Perairan Umum Nene’ Mallomo”. Kegiatan Seminar Nasional Pertanian Terpadu Universitas Muhammadiyah Purworejo di Program studi Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Parepare itu juga menghadirkan 4 makalah lain.

Direktur, Kaprodi Agribisnis serta Dosen Pascasarjana UM Parepare Ikut mendampingi kegiatan tersebut hingga 16 Maret 2020.

Dalam Seminar Nasional ini, Program studi Agribisnis Pascasarjana UM Parepare akan mengangkat isu Lokal dalam Bidang Pertanian secara umum di Sulawesi Selatan terkhususnya yang berada pada Wilayah Parepare, Sidrap dan Enrekang.

oleh