Founder Beritasidrap: Harian Fajar Harus Belajar dari Media Lokal Sidrap

oleh

MAKASSAR – Founder atau pendiri situs berita siber lokal Beritasidrap.com Jabbar Bahring, menanggapi serius headline Harian Fajar yang berjudul “Media Abal-abal Gerogoti APBD”. Pada berita itu memberitakan beberapa media siber lokal di Sulsel yang dituding sebagai abal-abal.

Termasuk media yang didirikannya tahun 2016 silam, beritasidrap.com. Menurut Jabbar Bahring, redaksi harian Fajar tendensius dan mencemarkan nama baik media yang disebut abal-abal.

“Berita itu konotasinya negatif ke media yang disebut abal-abal. Termasuk beritasidrap.com,” papar Jabbar Bahring. Menurutnya, berita Harian Fajar terlalu dangkal. Beberapa media yang disebut bahkan sudah terverifikasi dan memiliki badan hukum yang sah.

“Dewan Pers belum mengeluarkan aturan bahwa yang wajib kerjasama dengan pemkab adalah yang terverifikasi,” ujar Jabbar Bahring.

Menurutnya, yang disebut media abal-abal adalah yang tidak memiliki badan hukum dan tidak menaati kode etik dalam menjalankan tugas jurnalis.

“Media abal-abal itu yang menyebar hoax, tanpa ada etika. Wartawannya memeras nara sumber,” jelas Jabbar Bahring.

Dia pun memuji gairah media lokal utamanya di Sidrap. Dengan hadirnya media lokal maka informasi ke masyarakat lebih cepat pula beredar.

Dia juga mengkritisi Harian Fajar yang seakan akan menggurui pemerintah daerah dalam dalam kerjasama media. Berita harian Fajar jelas menyarankan agar Pemda tidak bekerja sama dengan media lokal yang menurutnya abal-abal.

“Padahal Dia (Fajar) lupa bahwa media lokal lebih dekat dengan masyarakat di sekitarnya. Itulah kelebihan media lokal, nilai beritanya memiliki ketertarikan dalam hal kedekatan secara geografis maupun psikologis,” tegas mantan Jurnalis Fajar FM dan Berita Kota Makassar itu.

Jabbar Bahring juga memuji inovasi media siber lokal Sidrap yang telah bersaing dengan media kelas kakap. Selain dalam hal menyajikan berita, juga dalam konten dan tema berita yang beragam.

“Saya malah salut sama media siber di Sidrap. Konten yang turut mengangkat kearifan lokal, medianya sudah terverifikasi Google News. Sehingga berita lokal di Sidrap cepat tersebar ke semua belahan dunia. Harian Fajar harus belajar sama media lokal Sidrap yang disebut abal-abal,” tutupnya.