Tiga Inovasi Layanan Publik Sidrap Jalani Verifikasi Lapangan

oleh

SIDRAP – Kabupaten Sidrap kedatangan Tim Verifikasi Lapangan Kompetisi Inovasi Layanan Publik tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (25/11/2019).

Ada tiga inovasi asal Sidrap yang mereka verifikasi. Ketiga inovasi tersebut saat ini masuk 50 teratas di Sulsel setelah sebelumnya lolos tahapan wawancara yang diikuti 130 inovasi.

Tahap verifikasi lapangan selanjutnya akan menyaring 30 inovasi yang akan dibawa ke kompetisi Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) 2019 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Inovasi pertama yang diverifikasi adalah Hati Bersahaja (Curhat Bareng Dokter Sahabat Remaja), dengan inovator, dr Rosmin.

Verifikasi berlangsung di Puskesmas Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, tempat dr Rosmin sehari-hari bertugas.

Tampak, Sekda Sidrap, Sudirman Bungi, Kapolres Sidrap, AKBP Budi Wahyono, Danramil Maritengngae, Kapten Sukardi dan Camat Maritengngae, Andi Arifuddin dan berbagai unsur lainnya.

Sudirman Bungi mengatakan, kompetisi inovasi merupakan wujud meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Diharapkan, sambungnya, kegiatan itu menginspirasi, memberi semangat inovasi dan meningkatkan kinerja pemerintah dalam berbagai sektor.

“Kami juga berharap tim selain melalukan verifikasi juga memberi masukan kepada inovator. Dan terpenting, verifikasi ini aman pelaksanaan dan aman hasilnya,” kunci Sudirman.

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa. Di tempat itu ada inovasi Kak Toga (Kawasan Agrobisnis Khusus Tanaman Obat Keluarga) yang dikembangkan inovator Iwan Arifin.

Adapun inovasi ketiga yaitu Jurus Sang Pendekar (Jaga ibu Hamil Bersama Bidan Desa, Suami dan Ibu Mertua dalam Penanganan Anemia/Kurang Zat Besi). Lokusnya di Poskesdes Desa Mojong Kecamatan Watang Sidenreng, dengan inovator Nurhidayah.

Sarwan, mewakili tim verlap provinsi menyatakan tiga inovasi itu berpotensi masuk Top 30. Meski demikian, Ia menitip berbagai catatan sebagai perbaikan.

“Mohon diperkuat data mengenai dampak dari inovasi ini, karna sangat menunjang nilai,” kata Sarwan yang berasal dari lembaga independen.

Sementara itu, Muzamman dari Biro Ortala Provinsi Sulsel berharap inovasi yang ada tidak berhenti sampai hari itu saja.

“Inovasi harus berkelanjutan, selain peningkatan pelayanan publik juga ke depan menjadi indikator dalam TPP,” bebernya.

Sebagai informasi, selama verlap berlangsung, tampak hadir Kadis Kesehatan Sidrap, dr H Andi Irwansyah, Kabag Organisasi Sidrap, Erni serta Kepala Bidang Penelitian Dan Pengembangan Bappelitbangda, Muhammad Akbar.