Imam Shamsi Ali: Isu Radikalisme yang (Jangan) Kabur

oleh

Agama itu absolut. Tapi pandangan atau tepatnya tafsiran keagamaan bersifat manusiawi. Dan karenanya tidak absolut. Oleh karena itu Ketika seseorang merasa paling benar dan yang lain kurang maka pandangannya telah terasuki radikalisme. Pandangan yang merendahkan bahkan cenderung menihilkan orang lain. Akibatnya permusuhan dan perpecahan rentang terjadi dalam masyarakat.

Permasalahan terbesar dalam melihat isu-isu negatif kemasyarakatan ini adalah ketika ada kepentingan politik yang terlibat.

Isu radikal vs moderat misalnya di Amerika kerap didefenisikan oleh bagaimana arah kepentingan global Amerika. Sebuah negara dengan mudah dicap radikal karena tidak sejalan dengan kepentingan Amerika. Sebaliknya sebuah negara dengan segala bentuk radikalismenta tetap teman karena kepentingan juga.

Dalam skala nasional juga khawatirnya demikian. Pelemparan isu radikalisme ini jangan sampai didasari oleh ikatan atau kepentingan politik. Seorang atau kelompok dituduh radikal hanya karena beda pilihan politik.

Jika ini terjadi maka di sìtulah kegagalan awal dari pemerintahan yang ada. Pertimbangan bukan lagi pertimbangan nilai dan kepentingan bangsa/negara. Tapi lebih kepada kepentingan sesaat dan golongan.

Dan dengan sendirinya berarti telah terjadi kegagalan dalam menyikapi dan menyelesaikan isu-isu kebangsaan yang sesungguhnya. Masalah ekonomi, lapangan kerja, pendidikan, dan lain-lain seharusnya mendapat perhatian utama. Isu radikalisme seolah menjadi taqiah (persembunyian) dari kegagalan menangani isu-isu kebangsaan yang mendesak dan mendasar itu.

Dan yang lebih berbahaya tentunya adalah pelemparan isu radikalisme yang mengarah kepada kelompok agama tertentu justeru akan semakin mempertajam “friksi sosial” atau perpecahan masyarakat. Bahkan tendensi intoleransi akan semakin menjadi-jadi. Karena sebagian merasa dirangkul. Sebagian lain merasa ditinggalkan.

Dan jika itu terjadi maka Itulah Sesungguhnya kagagalan murakkab (berlapis)!dalam mengelolah kehidupan berbangsa. Semoga tidak!

New York, 5 Nopember 2019
Imam Shamsi Ali adalah Presiden Nusantara Foundation