Perusak Baliho Divonis 1 Bulan, Jubir Doamu: Kita Puas Aparat Serius

oleh

PANGKAJENE – Kasus perusakan baliho milik pasangan Dollah Mando-Mahmud Yusuf (Doamu) telah bergulir. Bahkan terdakwa Amiruddin alias Muddin (40) divonis 1 bulan dan masa percobaan 6 bulan oleh majelis hakim, Jumat 9 Februari
2018.

Majelis Hakim tunggal persidangan ini Andi Maulana, SH, MH berpendapat dalam amar putusannya bahwa terdakwa terbukti melanggar pasal 407 KHUPidana, tentang perbuatan pidana ringan. “Hukuman 1 bulan penjara boleh tidak dilakukan, kecuali terdakwa melakukan perbuatan pidana apapun selama masa 6 bulan percobaan terhitung sejak putusan ditetapkan,”ungkap Andi Maulana di sela aidang pembacaan putusan tersebut.

Tim pemenangan Doamu sangat mengapresiasi kinerja unsur aparat terkait, seperti institusi Polres, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Sidrap dalam proses hukuman pelaku pengrusak baliho. Juru Bicara (Jubir) Doamu, Syamsul Bahri mengatakan, meski proses hukuman pelaku hanya percobaan, setidaknya kinerja aparat penegak hukum sudah memperlihatkan kinerjanya dalam Menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kita mengerti atas putusan ini dan pihak kami sudah puas dengan vonis itu. Aparat serius, kami harap tidak ada lagi kejadian seperti ini dengan harapan Pilkada damai, aman dapat dijunjung tinggi oleh semua elemen masyarakat termasuk pendukung paslon,”ucapnya.

Hal tak jauh beda dikatakan Sekretaris Tim Pemenangan DoaMu, Haris Mannang. Menurutnya kasus seperti tidak terulang dan semua pihak-pihak menahan diri untuk menjaga situasi keamanan.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dan kami mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat bisa bersama-sama menjaga Pilkada aman dan damai,” tandasnya.

Loading...