Beritasidrap.com — Kantor PLN Unit Tanrutedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), digeruduk massa, Rabu (8/4/2026). Aksi tersebut dipicu oleh keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan listrik yang dinilai merugikan warga, khususnya pelaku usaha kecil.
Puluhan warga mendatangi kantor PLN sejak siang hari. Mereka menyampaikan protes terhadap seringnya pemadaman dan lambannya penanganan gangguan yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk di Kecamatan Pitu Riase dan sekitarnya.
H. Muhajir, salah seorang warga yang ikut dalam aksi tersebut, mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi listrik yang tidak kunjung stabil meski telah berulang kali dilaporkan. Ia mengaku persoalan ini bukan hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak langsung pada usaha yang menjadi sumber penghidupannya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan sesuai arahan petugas PLN, mulai dari penambahan daya listrik secara bertahap dari 5.500 VA, meningkat ke 8.800 VA, hingga kini mencapai 11.000 VA. Namun ironisnya, peningkatan daya tersebut tidak berbanding dengan kualitas pasokan listrik yang diterima.
“Listrik masih sering drop. Usaha kami terganggu, alat elektronik juga banyak yang rusak. Kami datang ke sini untuk meminta kejelasan dan solusi,” ujar Muhajir salah satu warga Lagading dengan nada kesal.
Selain itu, warga juga mengaku kesal karena pihak PLN, termasuk kepala unit, dinilai tidak mengindahkan laporan dan panggilan telepon dari masyarakat saat terjadi gangguan listrik.
“Kami sudah berkali-kali menelepon, tapi tidak direspons. Saat listrik bermasalah, kami tidak tahu harus mengadu ke siapa. Ini yang membuat warga semakin kecewa,” ungkap salah seorang warga.
Massa juga menuntut pihak PLN agar meningkatkan pelayanan, mempercepat penanganan gangguan, serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat jika terjadi pemadaman.
Situasi sempat memanas ketika warga meminta bertemu langsung dengan pimpinan PLN Unit Tanrutedong. Namun, pimpinan unit tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.
Hal tersebut membuat warga semakin kecewa dan suasana sempat memanas.
Beberapa perwakilan warga kemudian diterima oleh petugas PLN untuk menyampaikan tuntutan mereka. Dalam pertemuan tersebut, warga meminta adanya komitmen perbaikan pelayanan dan transparansi terkait penyebab gangguan listrik yang sering terjadi.
Setelah melakukan dialog, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Namun, warga mengingatkan akan kembali melakukan aksi jika keluhan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala PLN Unit Tanrutedong, Ardiansyah Amin, memberikan keterangan melalui sambungan telepon. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayanan teknis yang terjadi.
Menurutnya, keterlambatan penanganan disebabkan karena alat yang dibutuhkan tidak tersedia di unit dan harus dipesan terlebih dahulu.
“Karena alat yang dibutuhkan tidak tersedia di unit, sehingga harus dipesan. Hari ini alat tersebut sudah ada di cabang dan direncanakan pemasangan di lokasi pada sore hari,” ujar Ardiansyah Amin
