Momen Haru Prabowo Peluk dan Cium Putra Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

oleh

Beritasidrap.com – Kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto menjadi perhatian dalam suasana duka penyambutan tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/4).

Di ruang VIP bandara, Presiden tidak hanya hadir sebagai kepala negara, tetapi juga menunjukkan kedekatan emosional dengan keluarga yang ditinggalkan.

Ia mendekati satu per satu keluarga almarhum dan menyampaikan penguatan secara langsung melalui percakapan singkat.

Beberapa kali Prabowo terlihat meletakkan tangan di pundak keluarga sebagai bentuk empati di tengah suasana kehilangan.

Saat tangis pecah menyambut kedatangan jenazah, Presiden tetap berada di sisi keluarga yang berduka.

Gestur Kemanusiaan Presiden di Tengah Prosesi Kenegaraan

Kehadiran Prabowo di tengah keluarga menjadi gambaran keterlibatan negara dalam menghadapi duka para prajurit yang gugur.

Ia juga menyapa anak-anak dari prajurit dengan pendekatan yang hangat untuk memberikan ketenangan.

Momen tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan sisi humanis seorang pemimpin dalam situasi kenegaraan.

Sebelumnya, suasana haru telah terasa saat jenazah tiba sekitar pukul 18.22 WIB dengan tangis keluarga yang tak terbendung.

Anak-anak para prajurit tampak berdiri di samping peti jenazah dalam suasana hening yang penuh emosi.

Sejumlah anggota Persatuan Istri Prajurit (Persit) turut mendampingi keluarga dan memberikan dukungan moral sepanjang prosesi.

Pelukan serta doa mengiringi setiap tahapan penyambutan yang berlangsung dengan penuh penghormatan.

Presiden tiba sekitar pukul 18.51 WIB bersama sejumlah pejabat negara untuk memberikan penghormatan terakhir.

Di tengah prosesi tersebut, interaksi Presiden dengan keluarga korban menjadi perhatian publik.

Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono juga hadir dan turut memberikan penghormatan kepada para prajurit.

Prosesi selanjutnya dilanjutkan dengan pemberangkatan jenazah ke daerah asal masing-masing untuk disemayamkan sebelum dimakamkan secara militer.

Bandung dan sejumlah wilayah di Jawa Tengah menjadi tujuan pemulangan terakhir para prajurit yang gugur dalam tugas tersebut. ***