Jalur Tenge Besi Akhirnya Terbuka, Tangis Haru Pecah Usai Warga Takengon–Bener Meriah Terisolasi Berhari-hari

oleh

Beritasidrap.com – Setelah berhari-hari terputus dan meninggalkan ribuan warga dalam keterisolasian, akses vital Takengon–Bireuen melalui Jalur Tenge Besi akhirnya kembali terhubung.

Kabar pembukaan jalur ini menjadi titik balik penuh haru bagi masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah yang sebelumnya harus bertaruh tenaga bahkan nyawa demi mendapatkan bantuan logistik.

Sebelum jalur ini terbuka, korban banjir dan longsor terpaksa berjalan kaki melewati bekas longsoran yang licin dan berbahaya.

Kendaraan roda dua maupun roda empat tak mampu melintas, sementara kebutuhan pangan, obat-obatan, dan air bersih semakin menipis di wilayah pedalaman.

Momen penuh syukur ini dibagikan melalui akun media sosial @syahru_ozer pada Rabu, 24 Desember 2025.

Dalam unggahannya, terdengar suara lirih penuh emosi saat menyampaikan kabar yang telah lama dinanti.

“Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya jalan penghubung Bireuen–Takengon sudah terhubung,” ucapnya, seolah mewakili perasaan ribuan warga yang selama ini menunggu dalam ketidakpastian.

Tak hanya sekadar terbuka, jalur ini langsung menjadi harapan baru bagi distribusi bantuan dari berbagai daerah.

Pemilik video juga menyampaikan pesan kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bahwa akses darat kini sudah bisa digunakan untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.

“Halo Pak Mualem, jangan sedih lagi. Jalur Tenge Besi sudah terbuka, malam ini tanggal 23 Desember 2025,” ujarnya.

Dalam video lanjutan, terlihat sebuah truk besar bermuatan logistik menjadi kendaraan pertama yang nekat melintasi jalur tersebut. Meski masih bersifat uji coba, momen ini disambut doa dan harapan besar.

“Bismillah Ya Allah, ini truk pertama yang melintas. Insya Allah bantuan dari seluruh Indonesia sudah bisa masuk ke Takengon dan Bener Meriah,” ucap suara dalam video dengan nada bergetar.

Pembukaan Jalur Tenge Besi menjadi angin segar di tengah kondisi Aceh Tengah yang masih dilanda dampak banjir dan longsor.

Hingga Senin, 22 Desember 2025, tercatat sekitar 35.265 jiwa masih terisolasi. Data Posko Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi mencatat 14 kecamatan dan 295 desa terdampak dengan total 234.710 jiwa.

Selain ribuan pengungsi yang tersebar di puluhan titik, bencana ini juga merenggut korban jiwa. Sebanyak 24 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara empat lainnya masih dalam proses pencarian.

Kini, dengan terbukanya Jalur Tenge Besi, harapan itu kembali menyala. Jalan yang sempat menjadi simbol keterasingan berubah menjadi jalur kehidupan, membawa harapan, bantuan, dan doa dari luar untuk mereka yang bertahan di wilayah terdampak bencana. ***