Beritasidrap.com – Jagat media sosial dalam beberapa hari terakhir diramaikan dua peristiwa berbeda yang sama-sama menyentuh isu anak bangsa, mulai dari polemik nasionalisme hingga tragedi kekerasan yang merenggut nyawa pelajar.
Sorotan pertama muncul dari video viral bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” yang diunggah seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan atau LPDP dan menuai kecaman warganet.
Konten tersebut dinilai memantik amarah publik karena dianggap merendahkan identitas kebangsaan, terlebih sang pengunggah diketahui menempuh pendidikan dari dana pajak negara.
Di tengah polemik itu, kasus lain yang tak kalah mengundang duka datang dari Maluku, setelah seorang siswa SMP berusia 14 tahun meninggal dunia akibat dugaan penganiayaan oleh oknum anggota Brimob.
Dua isu tersebut kemudian mendapat perhatian dari komika senior Arie Kriting, yang menuangkan kegelisahannya melalui unggahan di Instagram.
Suara Hati Anak Bangsa
Arie menilai pernyataan alumni LPDP itu mencederai rasa kebangsaan karena datang dari seseorang yang menikmati fasilitas negara.
Ia menegaskan bahwa kekecewaan terhadap berbagai persoalan nasional tidak semestinya berujung pada penolakan terhadap status sebagai WNI.
“Hanya karena di negara ini banyak masalah, bukan berarti boleh semudah itu berkhianat,” tulis Arie dalam unggahannya.
Selain soal nasionalisme, Arie juga menaruh perhatian besar pada wafatnya pelajar SMP di Maluku yang diduga menjadi korban kekerasan aparat.
Menurutnya, tragedi tersebut menjadi ironi pahit karena menimpa anak yang seharusnya dilindungi oleh negara.
Arie pun menyampaikan harapan agar aparat penegak hukum di Tanah Air senantiasa diberi kelembutan hati dalam menjalankan tugas demi menjaga keselamatan generasi muda. ***
