Beritasidrap.com – TeknoFarm Compact Sulawesi Amazing Rice atau SARPROFEST digelar di Lapangan Sepak Bola Desa Padangloang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Kamis, 5 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Sidrap ke-682 yang jatuh pada 18 Februari 2026.
Ribuan petani dari berbagai wilayah Sidrap memadati lokasi untuk mengikuti agenda transformasi pertanian modern.
Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif hadir langsung dan menyampaikan arah pengembangan sektor pertanian daerah.
Ia menekankan bahwa SARPROFEST dirancang sebagai sarana pembelajaran guna meningkatkan kualitas dan hasil produksi padi.
“Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat petani agar terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas. Kita ingin pertanian Sidrap bergerak dari pola tradisional menuju pertanian modern yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar Syaharuddin Alrif.
Transformasi Pertanian Sidrap Modern
Pemerintah Kabupaten Sidrap menggandeng FMC Indonesia untuk memperkuat edukasi petani dari tahap pengolahan lahan hingga masa tanam.
Syaharuddin Alrif menyebut peningkatan produksi gabah telah tercapai selama masa kepemimpinannya melalui pendampingan berkelanjutan.
Ia mengarahkan seluruh pemangku kepentingan pertanian memperkuat dukungan teknis dan kelembagaan bagi petani.
Petani juga diminta aktif mengikuti pertemuan rutin mingguan untuk memantau perkembangan tanaman padi.
Forum tudang sipulung kembali didorong sebagai ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan antarpetani.
Selain peningkatan hasil panen, Syaharuddin Alrif mengingatkan pentingnya zakat pertanian sebagai tanggung jawab sosial dan spiritual.
SARPROFEST diisi dengan roadshow teknologi pertanian, pemaparan materi teknis, serta sesi dialog langsung bersama para ahli.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Sidrap serta pemangku kepentingan pertanian lainnya.
Kolaborasi Pemkab Sidrap dan FMC Indonesia melalui SARPROFEST diarahkan untuk mempercepat adopsi teknologi pertanian terbaru di tingkat petani. ***
