Terungkap! Asal Mula Melbourne Shuffle, Perpaduan Seni Bela Diri dan Revolusi Tari

- Editor

Sabtu, 6 Januari 2024 - 12:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Melbourne shuffle and Maurice Novoa at Falls Festival

Melbourne shuffle and Maurice Novoa at Falls Festival

Melbourne, Beritasidrap.com – Rave dance yang fenomenal era 1990-an yakni Melbourne shuffle, ternyata punya cerita menarik yang belum terungkap selama ini.

Ternyata asal mula Melbourne Shuffle berawal dari perpaduan seni bela diri dan revolusi tari.

Kala itu, di usianya yang masih 18 tahun tepatnya tahun 1992, Maurice Novoa tak menduga membuka panggung untuk revolusi tari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melbourne Shuffle jika didalami awal mulanya berasal pada gerakan kaki halus dari bela diri Wing Chun.

Sebuah gerakan dari posisi samping kiri ke posisi depan kanan yang akan menjadi ciri khas dari gaya tari yang meresonansi di seluruh dunia.

Security di Falls Festival Stage

“Ketika saya terlebur dalam kompleksitas Wing Chun, saya sadar, ada suatu gabungan unik antara seni bela diri dan tari,” ungkapnya.

Sejak itu menjadi pesta dansa rave yang baru. “Di mana saya melihat peluang untuk menggabungkan keahlian seni bela diri saya dengan irama menular musik teknologi trance,” tambah Maurice menceritakan.

Baca Juga:   Jadwal DA6 Indosiar Malam Ini, Banyak yang Baru Termasuk Host dan Juri

Tak disangka perpaduan gerakan tarian ini menjadi rutinitas yang memukau.

“Tidak hanya memamerkan gerakan kaki Wing Chun saya tetapi juga melahirkan Melbourne Shuffle—sebuah tarian yang ditandai oleh tendangan depan rendah dan gerakan meliuk-liuk yang rumit, ekspresi artistik yang berakar dalam teknik seni bela diri yang otentik,” jelas Maurice.

Tarian unik Maurice Novoa tersebut selalu dinantikan pecinta rave.

“Ketika orang-orang di rave melihat aku ingin lantainya halus, mereka mulai menaruh bedak tabur di depanku sehingga kakiku menjadi lebih licin dan berputar, ini terjadi di setiap tempat saya menari terutama di Charlton’s di kota Cina,” ingatnya.

Myeisha fan Sifu Maurice

Maurice merasa diistimewakan dengan keahlian menciptakan perpaduan beladiri dan tarian yang ikonik.

“Di mana saya disambut dengan hangat meskipun saya heteroseksual. Saya diberi hak istimewa, seperti medali untuk memasuki Fantasia yang ikonik di jalan komersial di Yarra Selatan dan kartu identitas berfoto untuk Mansion Night Club yang bersejarah” katanya.

Baca Juga:   Sepenggal Cerita Sifu Maurice Novoa, Keuletan dan Semangat Keras untuk Dunia Wing Chun

Melbourne Shuffle yang dibuat Maurice lebih dari sekadar gerakan mudah dari sisi ke sisi, yang mudah ditiru darinya.

“Saya menggabungkan teknik lanjutan, termasuk melangkah maju, berputar, dan mengeksekusi sapuan kaki depan—tampilan yang kuat, seimbang, dan cepat yang dirancang untuk pertarungan,” tambahanya.

Melbourne Shuffle setelah itu menemukan tempat uniknya dalam scene LGBTQ Melbourne.

“Di mana saya diterima dengan hangat meskipun saya heteroseksual. Saya diberikan hak istimewa khusus, seperti medali untuk masuk ke Fantasia yang ikonik dan kartu ID foto untuk Mansion Night Club bersejarah di Commercial Road, South Yarra,” katanya.

Pengiring tarian Maurice berasal dari musik dari album kompilasi Reactivate, terutama Reactivate 8.

“Salah satu lagu yang mencolok, Jens – Loops & Tings (Fruit Loops Remix), menjadi anthem dari pertunjukan saya dan menjadi bagian tetap di klub malam mainstream di seluruh Melbourne,” ujarnya mengenang.

Baca Juga:   Sinopsis Cari Berkah BTV: Sule Kepergok Bareng Wanita Cantik yang Bukan Istrinya

Pengaruh tarian ala Maurice meluas hingga ke festival musik besar seperti Falls Music Festival.

“Di mana keamanan memperbolehkan saya memamerkan rutinitas saya di layar raksasa. Cuplikan tersebut, diabadikan di Snapchat pada tahun 2017, tetap menjadi bukti daya tarik meluas dari Melbourne Shuffle,” paparnya lagi.

Maurice juga bercerita ketika berencana untuk menurunkan berat badan berlebih dan kembali ke panggung.

“Warisan Melbourne Shuffle tetap tak terpisahkan dari Wing Chun Kung Fu saya dan sangat terakar dalam warisan Latino saya,” jelasnya.

Masih tentang tarian bela diri, Maurice tak melupakan salah satu murid perempuan bernama Miesha.

Murid perempuan tertinggi di tingkat sabuk/sash biru tingkat 5. “Terima kasih besar untuknya—dia hampir menyempurnakan tarian seni bela diri saya. Tetaplah melangkah, Miesha,” katanya.

Bagi Maurice, Melbourne Shuffle tak lebih dari sekadar perpaduan beladiri dan tarian tetapi fenomena budaya yang harus diketahui asalnya. *

Berita Terkait

Buka Hijab, Instagram Azzahra Ridwan Kamil Tak Pernah Sepi
Lebih Dekat dengan Sarah Rai Menzel, Kekasih Azriel Hermansyah
10 Mei 2024, Sinetron Terbaru SCTV ‘Saleha’ Tayang Perdana
Karang Taruna Sidrap Gelar Nobar di Rujab Wabup Dukung Timnas U-23
Lirik Lagu Waode – Cinta Tiada Batas, Soundtrack Sinetron Hidayah Cinta
Ini MV Lagu ‘Cinta Tiada Batas’, Soundtrack Sinetron ‘Hidayah Cinta’ SCTV
Ini Sinopsis Sinetron SCTV Hidayah Cinta, Cut Syifa Perankan Gadis Cantik Pembawa Sial
Sinetron Terbaru SCTV Hidayah Cinta Tayang Mulai 22 Maret 2024

Berita Terkait

Rabu, 3 Juli 2024 - 02:02 WITA

Buka Hijab, Instagram Azzahra Ridwan Kamil Tak Pernah Sepi

Rabu, 3 Juli 2024 - 01:43 WITA

Lebih Dekat dengan Sarah Rai Menzel, Kekasih Azriel Hermansyah

Kamis, 9 Mei 2024 - 14:37 WITA

10 Mei 2024, Sinetron Terbaru SCTV ‘Saleha’ Tayang Perdana

Senin, 29 April 2024 - 17:15 WITA

Karang Taruna Sidrap Gelar Nobar di Rujab Wabup Dukung Timnas U-23

Jumat, 22 Maret 2024 - 03:20 WITA

Lirik Lagu Waode – Cinta Tiada Batas, Soundtrack Sinetron Hidayah Cinta

Berita Terbaru

Sepakbola

Juara Copa America 2024, Argentina Hattrick Trofi Beruntun

Senin, 15 Jul 2024 - 13:41 WITA

Sepakbola

Inggris Gagal Lagi, Spanyol Angkat Tropy Euro 2024

Senin, 15 Jul 2024 - 07:16 WITA