Google Doodle Rayakan Ultah Penemu Warna Ungu

oleh

GOOGLE kembali merayakan ulang tahun sosok fenomenal dalam sejarah manusia. Kali ini Google melalui doodle menjadikan nama Sir William Henry Perkin sebagai tema halaman muka Senin 12 Maret 2018.

William Henry Perkin adalah anak dari pasangan George Perkin dan Sarah Perkin. William Henry Perkin menjadi terkenal lantaran tak sengaja pewarna sintetis. Dia sebenarnya berhasil saat gagal mensintesis kinina sebagai obat penyakit malaria.

Berkat dirinya pula, industri pewarna sintetis dan tekstil masih stagnan seperti di abad ke-18 hingga sekarang. William Henry Perkin menemukan pewarna sintetis pada usia 18 tahun.

Pada 1853 Sir William Henry Perkin menuntut ilmu di Royal College of Chemistry, London. William Henry Perkin belajar di bawah bimbingan August Wilhelm von Hofmann, seorang ahli kimia asal Jerman.

Sebagai seorang asisten di laboratorium yang berusia 18 tahun, Sir William Henry Perkin memiliki tugas untuk membersihkan semua kotoran hitam dari gelas kimia setelah percobaan yang gagal. Hofmann suatu saat tengah sibuk mencari rumusan kimia guna menghasilkan obat penangkal penyakit malaria yang menjadi momok di kala itu.

Beberapa percobaannya yang gagal ini pun menyisakan banyak aparatus kotor yang harus dibersihkan Perkin. Sir William Henry Perkin menemukan zat berwarna ungu dengan sifat pewarnaan yang sangat bagus dan begitu jelas.

Sir William Henry Perkin menyadari hal tersebut setelah zat itu meninggalkan noda ungu yang jelas saat diencerkan dengan alkohol. Penemuan yang tak disengajanya ini, William kemudian memusatkan perhatiannya pada zat tersebut.

Setelah mendapatkan formula yang tepat untuk mereplikasikannya, William pun mematenkan temuannya sekaligus mengkomersialisasikan hasil risetnya. Zat pewarna ungu ini kemudian ia namakan “mauveine” atau dikenal juga dengan anilin ungu (aniline purple), atau Tyrian Purple.

Mauvenine ini lah yang menjadi basis sekaligus pionir dalam perkembangan industri pewarna buatan. 3 Tahun setelah ia berhasil menguasai formulanya, pada tahun 1856 akhirnya Sir William Henry Perkin mendapatkan hak paten untuk memproduksi pewarna sintetis ini.

Kejayaan Sir William Henry Perkin ditandai dengan puncak dari perkembangan pesat industri tekstil yang terjadi kala itu. Pakaian berwarna ungu pun menjadi tren dan begitu mewabah di kalangan masyarakat Inggris berkat jasa William.

Selain itu, pakaian berwarna ungu kala itu bisa dikatakan sebagai dresscode bagi kalangan elite tertentu karena Mauvenine yang ditemukan William sendiri dianggap sangat mahal untuk sebagian besar orang.

Karena tren yang dibuatnya menjadi masalah kesenjangan, Sir William Henry Perkin kemudian memutar otak untuk membuat Mauvenine dengan harga yang lebih murah. Sehingga warna ungu ini menjadi lebih mudah diakses dan didapat.