Dollah Mando Doakan Wisata Kincir dan Kereta Gantung Terwujud di Sidrap

oleh

PANGKAJENE – Sosok calon bupati Sidrap, Dollah Mando, memang dikenal merakyat dan cerdas. Selain ahli pertanian, Dollah Mando tak melupakan potensi yang dimiliki kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Termasuk potensi wisata yang masih belum digarap maksimal di Sidrap. Pada kunjungan di Desa Mattiro Tasi, Kecamatan Watang Pulu, cabup nomor urut 2 itu mengungkap banyak potensi wisata.

Seperti wisata kuliner ikan di Mojong, sekitar wilayah Danau Sidenreng. Termasuk kuliner bebek atau palekko itik ala Sidrap.

Tak cuma itu, Dollah Mando juga melihat potensi wisata sekaligus pusat oleh-oleh khas Bugis. “Sekarang ini ada ramai kulihat di jalan penjual apang. Ini rahmat Tuhan, kita harus jaga dan kembangkan sebagai makanan atau oleh-oleh khas Sidrap,” kata Dollah Mando yang disambut tepuk tangan warga.

Memang sebelumnya, Dollah Mando bercita-cita memajukan wisata Sidrap. Termasuk potensi wisata kereta gantung di Mattiro Tasi. Menurutnya kereta gantung berpotensi besar karena dapat disandingkan dengan pemandangan Kincir Angin PLTB.

“Selama kita mau dan bersama-sama ingin melihat daerahta maju, kita buat. Kita berdoa semoga kereta gantung terwujud, pelan-pelan. Nanti bisa menikmati kincir angin lewat kereta,” kata Dollah Mando.

Terkait kereta gantung, Sekertaris Tim Pemenangan Doamu Haris Mannan tak membantah. Hanya saja, kereta gantung masuk daftar program kepariwisataan, yang akan dilaksanakan setelah program unggulan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. “Namun tetap menjadi impian kita bersama di Doamu, agar Sidrap memiliki destinasi wisata bergengsi. Sama dengan di Mojong dan pusat oleh-oleh Lawawoi, kita doakan Doamu terpilih kita kerjakan ,” kata Haris Mannan.

Selain program wisata, juru sosialisasi Doamu Chaerul Ruslan dan Sudarmin Baba juga memaparkan program unggulan lain. Seperti pendidikan dan kesehatan gratis. Tak terkecuali program subsisdi benih dan alat pertanian. Orator juga menitikberatkan program pelayanan masyarakat yang bersahabat dan adil hingga kecamatan. “Nanti urus KTP KK hanya ke kantor camat, tidak perlu ke ibukota Kabupaten,” kata Sudarmin Baba.