Dituduh Perencanaan Bentrok, Doamu: Itu Fitnah dan Berita Hoax

oleh

PANGKAJENE – Pilkada sehat dan damai yang dirindukan warga Sidenreng Rappang (Sidrap) tak hentinya digelorakan pemerintah, aparat dan pemerhati demokrasi. Tak terkecuali oleh para pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati Dollah Mando – Mahmud Yusuf (Doamu).

Tim Doamu menyayangkan adanya pihak yang ingin merusak pesta demokrasi lima tahunan ini. Terbaru, aksi massa forum masyarakat peduli demokrasi yang sebagian besar pendukung Doamu, dihadang kelompok yang diduga kuat pendukung pasangan Fatmawati Rusdi – Abdul Majid (Fatma) Sabtu 14 April 2018.

Kelompok ini melakukan provokasi dan melempar pendemo yang akan bergerak ke Kantor Panwaslu Sidrap, Jalan Jenderal Sudirman. ‘Kami sangat sayangkan ada massa menghadang lalu melempar. Padahal kami melakukan aksi damai dan sudah mengantongi izin kepolisian,” cerita Rusman, Jenderal Lapangan.

Juru Bicara Doamu, Syamsul Bahri, menambahkan bentrokan terjadi karena massa pendemo melakukan perlawanan seadanya. Karena tak siap, katanya, massa pendemo sempat mundur untuk mengumpulkan batu ke mobil.

“Setelah negoisasi alot dengan Kapolres. Korlap putuskan untuk tak melanjutkan aksi,” ungkapnya. Korlap lalu memerintahkan massa membubarkan diri.

Syamsul Bahri juga membantah keras tuduhan bahwa Doamu merencanakan bentrokan tersebut. “Itu fitnah dan berita hoax, foto batu di dalam mobil itu dikumpul setelah pendemo dilempar dan bersiap bubar,” ungkapnya.

Aksi damai warga tersebut rencananya digelar di Kantor Panwas Sidrap. Massa ingin memberikan dukungan kepada Panwas bekerja profesional dalam menjaga Pilkada sehat. Termasuk mengawal dugaan keterlibatan oknum pejabat Dissosdukcapil yang tak netral dan kini memenuhi bukti untuk ditindak lanjuti ke penyidik Polisi dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Loading...