Demi Anak Cucu, Kapolres Sidrap Didesak Setop Tambang Liar di Sungai Bila

oleh

PANGKAJENE, Beritasidrap.com Masyarakat diresahkan dengan aktivitas tambang liar di Sungai Bila, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap, Sulsel. Kini warga dan sejumlah organisaai lingkungan mendesak Kapolres Sidrap untuk menutup penambangan di sungai Bila tersebut.

“Sampai hari ini (30 Agustus 2018) masih ada aktivitas. Padahal sudah ada kesepakatan untuk diadakan investigasi dulu, ” tegas Andi Tenri Sangka , Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sungai Bila ( AMPSB ), Jumat 31 Agustus 2018. Pihak AMPSB mendesak Kapolres agar menghentikan aktivitas tambang hingga ada hasil investigasi dari Dinas Pertambangan Provinsi Sulsel.

Menurutnya perusahaan tambang melanggar perjanjian, karena pihak Dinas ESDM Provinsi Sulsel belum turun. Apalagi pihak ESDM Sulsel belum menentukan lokasi yang bisa ditempati menambang.

“Kami mendesak Kapolres Sidrap dan beserta Stakeholder terkait untuk turun Langsung melakukan OTT terhadap seluruh perusahaan tambang yang masih beroperasi,” tambah Ali Haedar, Sekertaris AMPSB.

Menurut Ali Haedar, hasil investigasi AMPSB telah menemukan pelanggaran seperti perusakan lingkungan. Aktivitas tambang di Sungai Bila juga katanya menghilangkan tanah milik warga.

“Pemilik tambang melakukan “Ilegal Mining” atau “Penambangan Liar”. Inilah yang menjadi keresahan masyarakat Bila selama ini,” tegasnya. Belum lagi kata Dia bahwa dampak tambang liar menimbulkan korban jiwa, di areal bekas galian tambang secara massif dan tak beraturan.

“Pemilik tambang harus berhenti dari aktivitasnya. Seluruh stakeholder yang ada harus mengambil sikap yang tegas. Tidak boleh lagi ada toleransi, karena warisan untuk anak dan cucu kita kelak lebih berharga di banding kerakusan penambangan Liar saat ini,” tutupnya.

Loading...