Tak Minta Uang atau Mainan, Bocah Pengungsi Banjir Minta Sajadah untuk Ibu

oleh

Beritasidrap.com – Seorang bocah pengungsi banjir di Aceh menjadi perhatian warganet setelah terekam meminta sajadah kepada relawan.

Permintaan itu disampaikan bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk sang ibu agar dapat beribadah.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun @berkahyatimcom pada Sabtu, 20 Desember 2025.

Dalam video itu, relawan sedang membagikan bantuan kepada para pengungsi banjir.

Keterangan pada unggahan menyebutkan bahwa bocah tersebut tidak meminta uang maupun mainan, melainkan perlengkapan ibadah.

“Bukan uang atau mainan, yang adek ini minta cuma sajadah buat salat sama ibunya,” tulis keterangan dalam video tersebut.

Dalam rekaman yang sama, anak laki-laki berkaos kuning itu menjelaskan alasan permintaannya.

Ia menyebut sajadah milik keluarganya telah hanyut terbawa banjir bandang.

“Minta sajadah, buat mama buat salat. Di rumah sajadahnya nggak ada, udah hanyut,” ucapnya.

Banjir juga berdampak pada aktivitas pendidikannya. Bocah tersebut mengaku tidak lagi bersekolah karena bangunan sekolahnya mengalami kerusakan.

“Udah nggak sekolah, karena sekolahnya hancur. Seragamnya (masih) ada,” lanjutnya.

Relawan kemudian memberikan sajadah berwarna biru kepada bocah tersebut. Setelah menerima bantuan, ia menyampaikan ucapan terima kasih dengan suara lirih.

“Makasih ya bu, ya,” tuturnya.

Video tersebut menuai respons emosional dari warganet. Sejumlah komentar memuji sikap dan permintaan sederhana sang bocah yang dinilai mencerminkan keteguhan nilai keagamaan di tengah musibah.

Beberapa komentar warganet di antaranya berbunyi, “Memang pas julukan Serambi Mekah’ mereka selalu ingat Allah,” tulis akun @yudh***.

Komentar lain menyebut, “Yang diminta mereka nggak muluk-muluk, cuma sajadah dan Al-Quran,” tulis akun @zhu**.

Sebelumnya, sejumlah video pengungsi Aceh juga viral setelah memperlihatkan warga yang meminta mukena dan Al-Quran, bahkan menolak uang atau tambahan makanan karena merasa kebutuhan dasar sudah tercukupi.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Sabtu, 20 Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir di Sumatera mencapai 1.090 orang.

Rinciannya, 472 orang di Aceh, 370 orang di Sumatera Utara, dan 248 orang di Sumatera Barat.

BNPB juga melaporkan 186 orang masih dalam pencarian, sementara jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak tercatat mencapai 510.528 jiwa. ***