Beritasidrap.com – Peringatan cuaca kembali disuarakan BMKG seiring potensi hujan sedang disertai angin kencang yang masih mengintai Sumatera Barat hingga 4 Januari 2026.
Kondisi atmosfer tersebut memperparah situasi wilayah yang belum sepenuhnya pulih dari banjir besar pada akhir November 2025.
Banjir susulan kini kembali menerjang sejumlah titik, salah satunya Pasar Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.
Di kawasan tersebut, luapan air bercampur lumpur dan longsoran batu membuat permukiman warga kian terisolasi.
Sebulan pascabanjir pertama, material lumpur dan bongkahan batu beragam ukuran kembali terbawa arus dan mengendap di badan jalan.
Akibat timbunan material tersebut, akses transportasi warga lumpuh total dan tak dapat dilalui kendaraan.
Arus air yang masih deras bahkan membentuk aliran menyerupai sungai kecil di tengah ruas jalan Maninjau.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @zeki_satria pada Jumat, 2 Januari 2026, disebutkan longsor kembali menghantam kawasan tersebut sejak pagi hari.
“Kesekian kalinya longsor hempas Maninjau, tepatnya di Pasar Maninjau, Kenagarian Maninjau. Pagi ini kondisinya makin parah,” tulis pemilik akun dalam keterangannya.
Tak hanya Agam, banjir juga merendam kawasan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada pagi hari yang sama.
Hujan deras yang mengguyur semalaman membuat debit air meningkat drastis hingga meluap ke dalam rumah warga.
Rekaman video dari akun Instagram @infopastiminang_ memperlihatkan air berwarna coklat pekat mengalir deras memasuki permukiman.
Kepanikan warga terekam jelas saat mereka berteriak meminta pertolongan karena rumah mulai terendam dan terancam runtuh.
“Tolong pak, air sudah masuk ke rumah kami, Pak. Rumah kami runtuh,” ucap seorang warga dalam video tersebut.
BMKG menjelaskan, secara umum wilayah Indonesia masih didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan, namun Sumatera Barat masuk dalam kategori wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan.
Dengan kondisi tanah yang labil dan curah hujan berlanjut, masyarakat di daerah rawan banjir dan longsor diminta siaga terhadap potensi bencana susulan. ***
