85 Murid, Kisah Ustaz Deni Menggetarkan Media Sosial

oleh

Beritasidrap.com – Kisah tentang ketulusan dan pengabdian kembali menyita perhatian publik di media sosial. Nama Ustaz Deni sekaligus guru mengaji yang tinggal di Ciparay, Kabupaten Bandung, mendadak ramai diperbincangkan warganet.

Cerita tersebut mencuat setelah sebuah unggahan di akun Instagram @lambegosiip pada Kamis 29 Januari 2026 menyebar luas.

Dalam unggahan itu, Ustaz Deni digambarkan tinggal di sebuah gang sempit dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Ia disebut menjalani keseharian sebagai buruh serabutan dengan penghasilan minim demi mencukupi kebutuhan hidup.

“Langkah kaki Ustad Deni mungkin terlihat berat sebagai buruh serabutan dengan upah tak seberapa, namun semangatnya tak pernah goyah saat tiba waktunya mengajar,” tulis unggahan tersebut.

Ikhlas Mengajar Tanpa Bayaran

Unggahan tersebut juga mengungkap bahwa Ustaz Deni sempat berada di ambang kehilangan tempat tinggal akibat terlilit utang kontrakan.

Meski berada dalam tekanan ekonomi, ia tetap konsisten membimbing 85 anak untuk belajar membaca Al-Qur’an tanpa memungut biaya.

Aktivitas mengajar itu dilakukan di kontrakan kecil yang nyaris membuatnya terusir karena tunggakan.

Ketulusan Ustaz Deni dinilai sebagai potret nyata pengabdian yang dilakukan dalam senyap tanpa sorotan sebelumnya.

Di balik lantunan ayat suci yang ia ajarkan, tersimpan kisah perjuangan hidup yang hanya diketahui oleh dirinya dan sang istri.

Pasangan tersebut disebut kerap menahan lapar agar anak-anak di lingkungan sekitar tetap bisa belajar mengaji.

Unggahan itu menilai pengorbanan tersebut sebagai cermin keteladanan di tengah keterbatasan ruang dan biaya.

Hingga Kamis 29 Januari 2026, unggahan tentang Ustaz Deni telah disukai lebih dari 10,7 ribu pengguna Instagram.

Sejumlah warganet turut menyuarakan harapan agar tokoh publik dan pejabat daerah memberikan perhatian terhadap kondisi sang ustaz.

Permintaan bantuan itu disampaikan sebagai bentuk kepedulian agar kehidupan Ustaz Deni dan keluarganya bisa lebih layak ke depan. ***