Makassar,Beritasidrap.com — Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, Muh. Zulhamdi Suhafid, melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang dinilainya justru melumpuhkan aktivitas organisasi kemahasiswaan di kampus tersebut.
“Kebijakan ini tidak hanya mematikan kreativitas mahasiswa, tapi juga menghancurkan fondasi organisasi kampus. Bagaimana mungkin lembaga kemahasiswaan bisa berkembang tanpa anggaran?” tegas Zulhamdi dalam wawancaranya.
Zulhamdi menyebut, pemangkasan anggaran hingga nihil untuk kegiatan kemahasiswaan membuat berbagai program unggulan ormawa seperti DEMA Fakultas, UKM/UKK, hingga HMJ gagal dilaksanakan. Salah satunya adalah program pengabdian masyarakat yang rutin menjadi agenda tahunan.
“Kami paham soal efisiensi. Tapi memangkas habis tanpa dialog dan tanpa skala prioritas jelas bukan solusi. Apalagi dana lembaga kemahasiswaan berasal dari UKT mahasiswa, bukan hibah tambahan negara,” ujarnya.
Ia juga menyerukan pembentukan tim evaluasi gabungan yang terdiri dari perwakilan mahasiswa untuk mengkaji ulang kebijakan efisiensi yang dianggap tidak transparan dan diskriminatif terhadap aktivitas kemahasiswaan.
Protes mahasiswa pun telah disuarakan langsung kepada pimpinan kampus, namun hingga kini tak ada kejelasan. Pihak kampus berdalih bahwa anggaran diblokir oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.
Namun Zulhamdi membantah klaim tersebut. Ia mengacu pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 12 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran, yang menurutnya tidak menyebutkan pemangkasan untuk lembaga kemahasiswaan.
“Tak ada satu pun poin dalam SE itu yang menyatakan bahwa dana organisasi mahasiswa harus dihapus. Ini artinya, kampus salah tafsir atau justru menyalahgunakan kebijakan,” pungkasnya.
