Sidrap, Beritasidrap.com – Tangis duka menyelimuti warga Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Selasa (27/5/2025), usai dua balita hanyut terbawa arus deras Sungai Wala.
Kejadian memilukan ini terjadi sekitar pukul 16.00 WITA di jalur poros Sidrap – Wajo, meninggalkan luka mendalam bagi dua keluarga yang kini harus menghadapi kenyataan pahit.
Rezki dan Purkam, dua bocah berusia dua tahun yang sehari-harinya bermain bersama di pekarangan rumah, diduga terseret arus melalui saluran irigasi persawahan yang langsung terhubung ke sungai.
Menurut keterangan keluarga, keduanya terakhir terlihat sekitar pukul 15.45 WITA. Ketika Rezki tak lagi terlihat di sekitar rumah, ayahnya, Bento (35), panik dan langsung melakukan pencarian. Ia dibantu oleh Rekki (26), paman dari Purkam.
Dugaan pun menguat bahwa kedua anak malang itu jatuh ke saluran air yang meluap usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Setelah pencarian dilakukan bersama warga, tim gabungan dari BPBD Sidrap, PMI, dan Polres Sidrap dikerahkan untuk menyisir sungai.
Beberapa jam kemudian, tubuh kecil Rezki ditemukan tak bernyawa, terbujur kaku di tepi sungai. Tangis keluarga pun pecah menyaksikan sang buah hati tak lagi bernyawa.
Sementara itu, harapan masih menggantung bagi keluarga Purkam, yang hingga berita ini diterbitkan belum ditemukan dan proses pencarian masih berlangsung
Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alief, bersama Kepala BPBD, H. Sudarmin, Camat Maritengae Andi Surya turut hadir di lokasi untuk memantau langsung proses pencarian. Mereka mengimbau agar warga yang tinggal di sekitar aliran sungai lebih waspada, terutama terhadap anak-anak.
Peristiwa tragis ini menyentak kesadaran akan pentingnya pengawasan dan keselamatan lingkungan. Banyak rumah warga di tepi sungai belum memiliki pagar pengaman, menjadikan anak-anak rentan terhadap bahaya aliran air yang sewaktu-waktu bisa berubah menjadi ancaman mematikan.
Tragedi Sungai Wala ini bukan sekadar kabar duka, tetapi juga peringatan bagi semua pihak: keselamatan anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tapi juga lingkungan sekitar.
