Sidrap, Beritasidrap.com – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), H. Syaharuddin Alrif, secara resmi melepas mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 114 di Kabupaten Sidrap.
Acara penarikan mahasiswa tersebut berlangsung di Monumen Ganggawa (Mogan) Pangkajene Sidenreng, Senin (18/8/2025).
Turut hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Sidrap, Andi Rahmat Saleh, Asisten Administrasi Umum Nasruddin Waris, Kadis Koperasi UKM Nakertrans H. Muhammad Rohady Ramadhan, serta Kadis Perhubungan H. Andi Bahari Parawansa. Hadir pula Kadis Peternakan dan Perikanan Suharya Angriani, Plt. Kepala Bapperida Herwin, Plt. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan H. Sirajuddin, para dosen pembimbing, camat, lurah/kepala desa, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin menyampaikan apresiasi atas kontribusi para mahasiswa KKN yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Kehadiran mahasiswa KKN banyak memberi inspirasi bagi generasi muda Sidrap, sekaligus mendukung pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten. Terima kasih pula kepada para dosen pendamping,” ujar Syaharuddin.
Adapun program kerja mahasiswa KKN meliputi inovasi teknologi akumulasi dan otomasi pertanian, pengolahan sekam padi dan tongkol jagung menjadi briket, pembangunan tempat pembakaran sampah, pengadaan website desa, hingga inovasi lubang resapan biopori ramah lingkungan.
“Saya berharap hasil program kerja ini dapat ditindaklanjuti dan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat, sehingga manfaatnya berkelanjutan dan memberi dampak jangka panjang bagi kemajuan desa serta kesejahteraan warga,” tambah Bupati.
Sementara itu, Koordinator Kabupaten KKN Unhas, Wahyu, menegaskan mahasiswa Gelombang 114 melaksanakan lima program unggulan yang menjadikan KKN Unhas di Sidrap sebagai rujukan bagi pelaksanaan KKN di kabupaten lain di Sulawesi Selatan.
“Berkat dukungan Bupati dan jajaran pemerintah daerah, KKN Unhas di Sidrap kini menjadi patokan di Sulawesi Selatan. Program ini membuktikan adanya sinergi nyata antara dunia pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat,” ungkapnya.
