Medan, Beritasidrap.com – Rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan dugaan penyanderaan pegawai toko ponsel di Kota Medan, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, seorang perempuan diduga mengancam karyawan toko menggunakan senjata tajam jenis parang.
Peristiwa itu disebut terjadi di salah satu gerai ponsel PS Store. Unggahan video beredar luas pada Minggu (19/4) dan menyita perhatian warganet.
Dalam rekaman CCTV, pelaku yang mengenakan pakaian merah muda tampak membekap seorang pegawai perempuan berbaju hitam.
Tangan kiri pelaku menahan korban, sementara tangan kanannya menempelkan parang ke arah leher korban.
Situasi mencekam itu akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas keamanan turun tangan. Korban dapat menyelamatkan diri, sedangkan pelaku langsung diamankan dan diserahkan ke polisi.
Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Poltak Tambunan membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada Jumat (17/4) sekitar pukul 11.30 WIB.
Pelaku diketahui berinisial AP (28), warga Kecamatan Medan Marelan. Saat kejadian, pelaku datang ke toko untuk menemui pegawai berinisial A.
Tak lama berselang, terjadi keributan di depan toko. Pelaku kemudian mengeluarkan parang yang dibawa dari dalam tas.
“Setelah beberapa menit terjadi keributan di depan toko, pelaku mengambil parang dari dalam tas,” ujar Poltak, Minggu (19/4).
Saat itu, pelaku diduga berteriak menuding pihak toko telah menipunya dan meminta uang dikembalikan.
Menurut hasil pemeriksaan sementara, AP nekat melakukan pengancaman karena mengaku merasa dirugikan setelah mengikuti promo pembelian telepon genggam yang dilihat melalui media sosial.
Pelaku disebut tertarik dengan penawaran iPhone 13 seharga Rp2 juta. Setelah mentransfer uang awal, pelaku kembali diminta mengirim dana tambahan sebesar Rp3,5 juta.
Permintaan uang disebut terus berlanjut hingga total dana yang telah ditransfer mencapai sekitar Rp10 juta.
“Pelaku mengaku sudah beberapa kali mentransfer uang sampai total kerugiannya sekitar Rp10 juta,” kata Poltak.
Karena barang yang dijanjikan tidak kunjung diterima, pelaku mendatangi toko untuk meminta penjelasan sekaligus pengembalian dana. Namun situasi berubah menjadi aksi pengancaman.
“Pelaku datang untuk meminta uangnya kembali karena handphone yang dipesan tidak dikirim,” jelasnya.
Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Polisi juga mendalami dugaan penipuan yang menjadi pemicu aksi penyanderaan tersebut. ***
